Kwagon Sukses ‘Kanggonan’ Ngayogjazz

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Ngayogjazz bertajuk ‘Hamamangun Karyenak Jazzing Sasama’ mampu memberikan hiburan tersendiri bagi pecinta musik dari seantero Yogyakarta dan sekitarnya, Sabtu (19/11/2016) kemarin. Sepanjang hari, puluhan penampil termasuk Bonita, Fariz RM hingga Harvey Malaihollo mampu memberikan obat kangen akan lagu-lagu berirama swing.

Padukuhan Kwagon yang memang dikenal dengan penghasil genteng dan batu bata bersolek sedemikian rupa dengan enam panggung yang diberi nama sesuai jenis-jenis genteng yang selama ini menjadi karya utama penduduk Kwagon. Keasrian landscape kampung dengan sawah dan perbukitan hijau di sekitar Kwagon ternyata mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang datang Sabtu kemarin.

Dukuh Kwagon, Sukiman mengungkapkan rasa ketidakpercayaan bahwa kampungnya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Ngayogjazz yang dinilai berjalan sukses. "Nama Kwagon sudah banyak disebut di sosial media dan kemudian didatangi banyak orang, luar biasa sekali untuk kami yang ada di desa, keuntungan besar untuk kami di Kwagon 'kanggonan' Ngayogjazz," ungkapnya Minggu (20/11/2016).

Kekhawatiran masyarakat desa tak bisa melebur dengan musik Jazz pun hilang setelah menyaksikan penampilan musisi-musisi yang menyuguhkan lagu-lagu easy listening tanpa batasan-batasan penghambat interpretasi. "Ternyata lagu-lagu apapun bisa dibuat Jazz dan jadi hiburan tersendiri untuk semua tidak hanya masyarakat kalangan atas," imbuh Sukiman yang juga ketua paguyuban dukuh DIY.

Sementara seniman yang juga Antropolog Agung Leak Kurniawan menilai, watak masyarakat Yogyakarta yang terbuka dengan bentuk seni apapun yang masuk menjadi sebuah keuntungan tersendiri dan tampak di Padukuhan Kwagon. "Awalnya mungkin tak paham, tapi kemudian masyarakat bisa menghidupinya dan salah satunya tampak di Ngayogjazz yang memilih tempat di desa-desa sehingga mendekatkan desa dengan komunitas pecinta Jazz," ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI