KWT Ngudi Makaryo Produktif Inovatif

Editor: Ivan Aditya

KELOMPOK Wanita Tani (KWT) Ngudi Makaryo Pedukuhan Mejing Lor Ambarketawang Gamping terbentuk tanggal 11 Juli 2010 dan dikukuhkan Kelurahan Ambarketawang tanggal 4 Desember 2012 dengan anggota 30 orang yang sebagian besar adalah anggota Bregada Putri.

Menurut Ketua KWT Ngudi Makaryo, Tri Hartini karena sebagian besar anggota adalah Bregada Putri dari Ambarketawang, maka pertemuan rutin dua bulan sekali bersama dilakukan antara KWT dan kelompok bregada.

“Kita bahas bersama tentang seluk beluk kelompok wanita tani, juga perkembangan bregada putri. Yang jelas kami tetap produktif inovatif selama Pandemi Covid-19, dengan motto yang khas mangan apa sing ditandur, nandur apa sing dipangan, nek turah dido,” ujar Tri Hartini, yang diiyakan Atik Purwantiningsih Ketua HIPPI Sleman, Minggu (06/12/2020).

Dalam aktivitasnya KWT Ngudi Makaryo dibagi menjadi 8 kelompok, yakni kelompok rumah bibit, tanaman sayuran, tanaman buah, tanaman pangan, Toga, ternak ayam, ternak lele dan olahan pangan. Dimana masing-masing kelompok ada penangung jawabnya, sehingga kegiatan bisa dilakukan bersama-sama. Beberap prestasi telah ditorehkan KWT Ngudi Makaryo, di antaranya tahun 2014 menerima pemberdayaan perempuan dalam pemanfaatan pekarangan dari Dinas Pertanian DIY bersama Pokja II PKK DIY. Tahun 2015, dengan kegiatan Sekolah Lapangan Pemanfaatan Pekarangan maka KWT Ngudi Makaryo dikukuhkan sebagai KWT tingkat lanjut oleh Kapanewon Gamping 16 Juni 2016.

Tahun 2017 KWT NGudi Makaryo mendapatkan program Lumbung Mataram, hingga sekarang masih berjalan dengan baik. Berikutnya memperoleh Peringkat II kategori Pelaku Produksi/Pemanfaatan Pekarangan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat kabupaten.

Sedangkan di bidang olahan pangan, KWT Ngudi Makaryo banyak mendapatkan tropi kejuaraan baik tingkat kelurahan, kapanewon, kabupaten dan provinsi. Di antaranya adalah, juara I olahan salak, juara II olahan singkong, juara III olahan ikan, juara 1 olahan minuman tradisional dan juara harapan II olahan tanaman obat atau toga.

Selama pandemi Covid-19 KWT Ngudi Makaryo tetap produktif, inovatif juga berbagi kepada lingkungan, yakni mengembangkan demplot Lumbung Mataraman, pendirian Warung Simbok. Di bidang Posyandu Balita, KWT Ngudi Makaryo bekerjasama dengan STIKES Aisyah mendapatkan peralatan memasak dan KWT mensuplai sayuran, telur, lele untuk makanan sehat balita.

Sumbangsih terhadap lingkungan atau kampung, ketika pedukuhan Mejing Lor dikukuhkan sebagai kampung tangguh Nusantara Merapi, Sleman ‘ADEM’ (aman, damai, elok dan makmur) tanggal 4 Desember 2020 oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo peranan KWT Ngudi Makaryo tidak kecil. Sedangkan Tangguh mempunyai lima makna yakni, tangguh keamanan, tangguh kesehatan, tangguh pendidikan, tangguh ekonomi dan tangguh informasi dan kreativitas. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI