KWT Sumber Rejeki Kembangkan Bawang Merah dalam Pot

Editor: Ivan Aditya

KELOMPOK WANITA TANI (KWT) Sumber Rejeki dusun Karangkemasan – Dagen Sumberrahayu Moyudan Sleman berdiri tanggal 10 Januari 2014 dengan Ketua Warsiyah, terus berinovasi dengan mengembangkan pertanian hortikultura. Hal ini karena melihat potensi tanah pekarangan dan kebun, yang bisa dimanfaatkan untuk olah pertanian.

“Kami sedang mengembangkan tanaman bawang merah, pisang dan anggur dalam pot,” ujar Umi Jamiati dalam pertemuan kelompok di Taman Wisata Hutan Wana Rahayu, Minggu (11/10/2020) siang.

Ternyata hasilnya cukup menggembirakan, 3 kilogram bawang merah yang dibudidayakan dengan 36 pot dan 15 polibag, dalam jangka waktu kurang tiga bulan sudah panen kurang lebih 25 kilogram hasilnya cukup baik.

Menurut Umi Jamiati yang juga pengurus KWT Sumber Rejeki, pemeliharaan sistem polibag dan pot sangat mudah. Cuma kalau dalam polibag, penyiraman air tidak bisa maksimal, karena banyak plastik yang rusak. Sedangkan sistem pot, penyiraman air cukup maksimal dan menggunakan media pupuk kandang.

Kemudian mendapatkan sinar matahari cukup, serta penggunaan pupuk organik tanaman bisa tumbuh dengan baik. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Pejabat Lurah Sumberrahayu Riyanto SSos, Kasi Kesra Priyatna Pangestu, PPL Pendamping Ir M Farid KH serta Ketua Klomtan Wana Rahayu M Sumardi, ada beberapa anggota yang mengeluh soal tanaman pisang.

Umumnya anggota menanam bibit pisang dari bonggol cepat tumbuh, namun ketika diganti dengan bibit kultur jaringan banyak yang mati atau kena hama berujud jamur atau buriken. Juga ketika menanam anggur minel, ternyata banyak yang mati, padahal penyiraman dan pupuk juga sudah diberikan.

Menanggapi keluhan anggota KWT Sumber Rejeki, PPL Pendamping Ir Farid KH menuturkan, bibit pisang dari bonggol memang cepat tumbuh namun nantinya hasilnya tidak maksimal. Berbeda dengan bibit yang berasal dari kultur jaringan asal dipelihara dengan tekun, penyiraman dan pupuk cukup pasti akan tumbuh.

“Memang agak lama untuk berbuah, namun pisang hasil kultur jaringan akan tahan penyakit 4 generasi. Dengan demikian nantinya hasilnya maksimal, bisa untuk menambah kebutuhan keluarga karena buahnya tidak berhenti,” tambahnya.

Untuk anggur minel, memang sistem pembibitannya harus ditumbuhkan dulu tidak langsung pada media tanam. Sementara itu PJ Lurah Sumberrahayu, Riyanto SSos sangat mengapresiasi kegiatan kelompok wanita tani (KWT) Sumber Rejeki yang banyak inovasi dalam memanfaatkan lahan pertanian. Meski hanya lewat polibag dan pot, ternyata hasilnya tidak kalah dengan yang ditanam secara umum di sawah atau ladang.

Kepada KWT Sumber Rejeki yang juga memanfaatkan tanaman sela pada tanaman keras Hutan Wana Rahayu, diharapkan ikut menjaga kelestarian alam. Jangan menebangi pohon untuk kepentingan yang tidak jelas, karena dengan tumbuhnya tanaman keras juga berfungsi penahan erosi, penyimpanan air tanah yang berguna bagi kehidupan masyarakat sekitar. Saat ini hutan Wana Rahayu nampak hijau, karena banyak tanaman sengon laut, mahoni dan jati, sebagai paru-paru desa. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI