Lansia Produktif Diprediksi Jadi Bonus Demografi Kedua

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jumlah lansia di DIY mencapai 13-15 persen dari total penduduk Yogya. Penambahan penduduk lansia di DIY juga karena diikuti usia harapan hidup yang tinggi mencapai 74 tahun atau di atas rata-rata nasional 72 tahun.

“Jumlah penduduk lansia yang besar ternyata berpotensi memberikan banyak benefit, jika ditemukan lansia yang tangguh, sehat dan tetap produktif. Penduduk lansia bahkan diprediksi menjadi bonus demografi kedua,” ujar Dr Ukik Kusuma Kurniawan SKM MA, Kepala Perwakilan BKKBN DIY di Hotel Sahid Jaya, Babarsari Sleman, Rabu (02/12/2020).

Hal tersebut disampaikan dalam Integritas Pendampingan Lansia – Wisuda 151 orang Sekolah Lansia Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Ramah Lansia (IRL). Hadir dan memberi sambutan Wagub DIY, Paku Alam X, secara virtual Dr dr M Yani MKes (Deputi Bidang KSPK), Prof Dr drg Tri Budi W Raharjo (Center for Family Development Anti Ageing Studies).

Menurut Ukik Kusuma, menjadi penduduk lansia sehat, tangguh dan produktif di masa pandemi Covid-19 tentu tantangannya sangat berat. Selain itu, membutuhkan persiapan serta dukungan dari semua pihak terutama keluarga.

“Persoalan kualitas gizi, sanitasi serta dukungan lingkungan yang sehat. Sama halnya prioritas yang wajib diwujudkan, penyiapan kualitas penduduk usia produktif,” ujarnya.

Pada bagian lain, Ukik Kusuma Kurniawan mengatakan, menjadi berbeda pelaksanaan saat terjadi pandemi Covid-19. “Sekolah vakum oleh karena tidak bisa berkumpul selama pandemi, tetapi sekolah tetap berjalan proses belajar mengajar dengan Pembelajaran Jarak Jauh,” ujarnya.

Ukik Kusuma Kurniawan berharap, Sekolah Lansia berbasis Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) berhasil menyelesaikan materi bahan ajar. Bentuk apresiasi diberikan dengan wisuda bagi siswa Sekolah Lansia.

Sedangkan Wagub DIY, Paku Alam X dalam sambutan antara lain mengatakan, lansia harus menjadi insan mandiri dan produktif dalam kehidupan. “Lansia yang tangguh, sehat dan tetap produktif, salah satu pilar penjaga eksistensi bangsa,” ujarnya.

Ditegaskan Paku Alam X, penduduk lansia merupakan bonus demografi kedua bagi Indonesia. Wagub DIY yakin, banyak peran yang dapat dilalukan oleh para lansia, diiringi tekad memajukan keluarga, masyarakat dan bangsa. “Kami mengapresiasi lansia yang aktif mengikuti seluruh materi proses pembelajaran.” ucapnya. (Jay)

BERITA REKOMENDASI