Laporkan Pelatihan dengan Video Kreatif, Lembaga Kursus dan Pelatihan Dapat Hadiah Rp 30 Juta

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perwakilan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di bawah Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikbud-Ristek berkumpul di The Rich Jogja Hotel, Kamis (16/12/2021) malam. Mereka mendapatkan apresiasi dan uang hingga Rp 30 juta karena berhasil menerapkan digitalisasi dalam program kegiatan.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud-Ristek, Wikan Sakarinto, mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya berubah lebih baik di era digital. Inovasi dan kreativitas terus diwadahi untuk menyesuaikan kebutuhan jaman sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

“Bapak Presiden baru-baru ini merilis tentang talenta digital, tapi siapa sangka LKP kita sudah digital. Tahun ini ada inovasi digital, dan kuantitasnya naik dari tahun ke tahun, kualitasnya juga naik. Pelaksanaan harian kursus dan pelatihan dilaporkan secara digital, kamera terintegrasi dengan digital sistem Direktorat Kursus dan Pelatihan,” ungkapnya di sela malam apresiasi.

Wikan secara khusus memberikan apresiasi sekaligus menantang Direktorat Kursus dan Pelatihan juga LKP untuk terus berinovasi ke depan. Pasalnya, saat ini pendidikan non formal menjadi salah satu penyumbang terbesar peningkatan SDM Indonesia meski mereka tidak banyak terlihat.

“Benar tiap tahun ada peningkatan, namun ini belum menjadikan kita puas. Kita tak bisa klaim sudah bagus dan berhenti berinovasi. Kami tantang apa terobosan ke depan yang lebih. Tahun ini ada terobosan, tahun depan kami tunggu lagi. Pengangguran Indonesia belum habis, anggaran setiap sen sampai ratusan Miliar Rupiah ini harus terwujud dengan luar biasa. Makin berkurang pengangguran dan makin banyak interpreneur yang dihasilkan,” tantang Wikan.

Di depan perwakilan LKP se-Indonesia yang hadir luring maupun daring, Wikan juga meminta agar sorotan pada LKP semakin ditambah. Terutama agar stakeholder mengetahui gerak serius LKP dalam memaksimalkan masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.

“Jangan merasa semua baik-baik saja, Pak Presiden dan Mas Mentri belum ngeh dengan LKP. Belum sampai substainable ngeh dengan kita. DPR mungkin sudah, tapi Pendidikan non formal masih dipandang belum seperti porsi sebenarnya. Sukses story kita sudah banyak, lulusan berdaya, ada bisnis, pendaftaran digital, monitoring dan inovasi digital ini baru dari sebelumnya. Tapi yang tahu baru LKP, ini masalahnya. Saya mohon bikin film 1-2 menit, terangkum dalam story line menggambarkan semuanya. Tujukan untuk pak Presiden dan semua stakeholder, agar mereka tahu penggerak Indonesia adalah LKP,” pungkas Wikan yang juga mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM ini.

BERITA REKOMENDASI