Launching Buku, Puthut EA Ciptakan Tokoh Tanpa Perasaan

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJogja com – Hanya dalam waktu 5 hari, Puthut EA berhasil menuntaskan penulisan buku berkepala Hidup Ini Brengsek dan Aku Dipaksa Menikmatinya. 

“Saya waktu itu ada di Jakarta selama 4 hari, suatu malam saya tidak bisa tidur tiba-tiba saja memegang HP dan menulis pulang saya naik kereta sampai Yogyakarta sudah selesai karya ini,” ujar Puthut.

Buku setebal 106 halaman tersebut berisi tentang kemuakan Puthut terhadap situasi politik, sosial,lingkungan, dan permasalahan kehidupan lainnya. Diceritakan dengan sisi gelap dan ilustrasi dewasa Gindring Waste, buku ini tidak cocok dibaca anak-anak.

Menurut Puthut EA, menulis berangkat dari keresahan jika hanya berkutat di pikiran dan hilang itu sayang. ”Kalau saya menulis saya menciptakan sejarah dengan keresahan saya dan dapat dinikmati orang lain tidak hilang begitu saja,” ujarnya

“Semua buku saya berkolaborasi dengan perupa karena setiap buku itu ada covernya, memilih Gindring Waste karena saya menginginkan gambar-gambar yang lebih ekstrem untuk ditambahkan di buku saya kali ini,” tutur Puthut.

Sementara Gindring Waste mengungkapkan gambar yang ia tumpahkan dalam buku ini membutuhkan waktu satu Minggu.“Saat ditunjuk Puthut EA sebagai perupa saya dilema, namun saya merasa cocok dengan ceritanya di buku ini yang mirip-mirip dengan kehidupan di lingkungan saya,” beber Gindring.

Menariknya, kali ini Puthut keluar dari zona nyamannya menulis buku bertema cinta. Buku ini diakui Puthut adalah buku dengan penciptaan dan konsistensi tokoh yang paling sulit. “Secara teknis ketokohan ini yang paling sulit yang pernah saya kerjakan karena mengemas kemarahan dan kemuakan saya sebagai penulis tanpa harus menunjukkan hal itu dengan membuat tokoh mati rasa”, kata Puthut. (Fatony Royhan Darmawan/ KR Academy)

BERITA REKOMENDASI