Lava Bantal Menuju Destinasi Wisata Populer

LAVA bantal yang telah ditetapkan sebagai salah satu geoheritage dan destinasi wisata di Kabupaten Sleman sejak 2016, mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan, utamanya wisatawan domestik. Ragam atraksi yang dapat dilakukan di sana antara lain river tubing, susur sungai, treking, dan offroad, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Pada Minggu, 26 Agustus 2018 yang lalu bertempat di Lava Bantal telah diselenggarakan deklarasi Jip Adventure Indonesia dan sekaligus penetapannya sebagai anggota IMI yang ke-177. Dengan semakin dikenalnya Lava Bantal utamanya oleh wisatawan domestik, kesiapan masyarakat yang berada di sekitar  Lava Bantal perlu ditingkatkan. Upaya memasyarakatkan unsur-unsur sapta pesona (aman, tertib, bersih, nyaman, indah, ramah dan kenangan) bagi warga sekitar terus dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. 

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar Lava Bantal terkait sapta pesona, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersama dengan Saka Pariwisata, Ikatan Dimas Diajeng Sleman, Komunitas Bersih Lingkungan dan masyarakat sekitar Lava Bantal akan menyelenggarakan sosialisai sapta pesona yang diikuti dengan  kegiatan bersih-bersih di Lava Bantal pada Jum’at 7 September 2018 mendatang.

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Nyoman Rai Savitri, S.Psi., M.Ec.Dev menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat di sekitar Lava Bantal perlu ditingkatkan, utamanya terkait kebersihan di sekitar lokasi. 

"Dari informasi yang didapat dari beberapa pengunjung Lava Bantal, diketahui sebagian besar pengunjung mengeluhkan kebersihan. Banyak sampah yang berserakan dan mengganggu pemandangan di Lava Bantal."

Melalui kegiatan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si mengharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan di sekitar Lava Bantal sehingga wisatawan yang berkunjung dapat semakin banyak dan menjadikannya sebagai destinasi wajib kunjung selama berada di Kabupaten Sleman. 

"Upaya mempromosikan destinasi yang terus dilakukan oleh Dinas Pariwisata akan menjadi sia-sia, manakala masyarakat di sekitar destinasi tidak peduli dengan destinasi yang ada di sekitarnya. Selain itu, sinergi sebagai kata kunci dalam pengembangan destinasi pariwisata, utamanya antar masyarakat di sekitar destinasi perlu terus dikembangkan." (*)

BERITA REKOMENDASI