Lestarikan Warisan Leluhur, Pasbuja Tentara Budaya dari Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com – Paguyuban Sastra dan Budaya (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman, adalah tentara budaya. Karena, kiprah Pasbuja berjuang melestarikan sastra dan budaya di wilayah Kabupaten Sleman. Pemberi label tersebut adalah Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman Wasita SS MAP, pada saat perayaan HUT ke-3 Pasbuja di Pawon Kalipa Pakem Sleman, Minggu (28/11/2021).

“Banyak di antara kita yang tidak merasa memiliki suatu warisan budaya, tetapi ketika bangsa lain mengaku budaya itu menjadi miliknya baru kita ribut,” kata Wasita. Kepala Bidang Warisan Budaya itu mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pasbuja dalam ikut serta melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa.

Sedangkan Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Endah Kusuma Wardani SAnt mengemukakan, saat ini ada beberapa warisan budaya Sleman yang mendapatkan penetapan warisan budaya secara nasional. Menurutnya penetapan itu sangat penting, dengan ditetapkan sebagai warisan budaya maka daerah lain tidak akan bisa mengakui sebagai miliknya.

Ketua Pasbuja Sutopo Sgh menyampaikan beberapa hal yang sudah dilakukan Pasbuja. Di antaranya ikut menggarap Majalah Bahasa Jawa ‘Memetri’, menghasilkan buku Toponimi Padukuhan di Sleman ‘Tapak Pangeran di Bumi Merapi’ terbitan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman.
Sutopo menambahkan, Pasbuja akan menyelenggrakan workshop menulis cerita wayang dan macapat, narasumber anggota Pasbuja, karena ada yang menguasai hal itu. Acara HUT ke-3 dimeriahkan dengan pembacaan geguritan, tembang macapat dan dongeng oleh anggota Pasbuja. Disamping itu juga membagikan buku Toponimi Padukuhan di Sleman kepada 30 orang penulisnya. (War)

BERITA REKOMENDASI