Libur Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Sleman Hanya 30-40 Persen

SLEMAN, KRJOGJA.com – Libur akhir tahun ini tentu berbeda dengan tahun lalu sebelum ada pandemi Covid-19. Hal ini juga mempengaruhi tingkat okupansi hotel yang menurun drastis jika dibandingkan tahun lalu. Adanya kewajiban membawa hasil rapid test antigen juga mempengaruhi animo wisatawan datang ke Yogyakarta.

Ketua PHRI Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman Joko Paromo mengatakan, libur Natal dan Tahun Baru 2020, tingkat okupansi hotel berkisar 30-40 persen saja. Menurunnya jumlah wisatawan ini tentunya disebabkan situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Selain itu, banyak calon tamu yang masih merasa kebingungan dengan adanya kebijakan rapid test antigen. “Adanya kebijakan antigen ini rata-rata tamu agak bingung test antar kota,” jelas Joko, Sabtu (2/1/2021) malam.

Menurutnya, mendekati tahun baru permintaan kamar juga belum signifikan. Padahal saat itu pemesanan kamar hotel bisa cenderung lebih gampang. Biasanya tren pemesanan kamar 2 hari menjelang hari H. Selain itu, tiap hotel harus memberlakuan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di area hotel.

BERITA REKOMENDASI