Libur Natal dan Tahun Baru, Sleman Targetkan 500.000 Wisatawan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menargetkan lebih dari 500.000 wisatawan berkunjung ke destinasi wisata di Sleman selama libur Natal dan Tahun baru (Nataru). Selama liburan mulai 25 Desember 2019 sampai 5 januari 2020 tersebut, diprediksi wisatawan terkonsentrasi di Tebing Breksi dan Kalurang. 

"Kami berani manargetkan kunjungan wisatawan antara 500.000 sampai 525.000 mengacu pada libur Nataru tahun lalu. Tambahan wisatawan ini akan membuat target kunjungan wisawatan ke Sleman tahun ini bisa tembus 10 juta kunjungan. Apalagi saat ini, sudah tercatat lebih dari 9,4 juta wisatawan ke Sleman," ungkap Kadispar Sleman Sudarningsih kepada KRJOGJA.com, Rabu (18/12/2019). 

Untuk menarik wisatawan tersebut, Dispar Sleman sudah menyiapkan beberapa event. Antara lain Festival Merapi, 21-22 Desember di 3 panggung yakni Tlogoputri, Lapangan Denggung dan Halaman Desa Pakembinangun. Panggung Tlogoputri menampilkan jathilan Rampak Buto 24 jam nonstop. Sedang di Lapangan Denggung dan Pakembinangun digelar dagelan mataram, reog, barongsai dan sebagainya.

"Untuk menyemarakkan Kaliurang, mulai 22 Desember hingga 7 Januari diadakan Festival Lampion Penjor dari 22 RT Kaliurang. Sedang pada malam pergantian tahun atau 31 Desember, digelar pesta kembang api dan pentas band Jikustik di GOR Kaliurang. Sedang di Tlogoputri menampilkan dangdut dan Koesplusan di Wisma Sembada," jelas Sudarningsih.

Untuk menyambut libur Nataru tersebut, Dispar Sleman juga telah menyelesaikan proses renovasi dan peremajaan pada Tlogoputri dan Gardu Pandang Kaliurang. Peremajaan dua kawasan tersebut meliputi penambahan serta pembenahan fasilitas. "Kami benahi area parkir, toilet, jalan setapak, hingga ditambah dengan arena permainan anak-anak," kata Sudarningsih.

Peremajaan Tlogoputri dan Gardu Pandang Kaliurang, lanjutnya, memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata RI yang diberikan sebesar Rp 3,4 miliar. Selain (DAK) untuk pembenahan fisik, Dispar Sleman juga mendapat dana Rp 913 juta untuk kegiatan pariwisata yang bersifat nonfisik. Misalnya untuk pelatihan-pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas para pelaku wisata.(Has)

BERITA REKOMENDASI