Lima Hal ini Dianggap ‘Tanda’ Sebelum Erupsi Merapi Terjadi, Apa Benar Begitu?

GUNUNG Merapi menjadi gunung api paling aktif di dunia hingga saat ini. Sejarah mencatat hingga dulu sampai saat ini selalu bererupsi dengan memakan korban jiwa. Sebut saja di tahun 1994 menjadi letusan dahsyat dengan korban jiwa sebanyak 68 orang. Namun sejarah terbesar korban jiwa terjadi pada tahun 1930 dengan1369 korban jiwa.

Meskipun keadaannya berbahaya namun masih ada orang yang tinggal di lereng gunung api yang paling aktif di kepulauan Indonesia itu. Mereka percaya bahwa Mahluk Halus dan Roh Leluhur akan melindungi rakyat Merapi, dan selalu memberi
tanda sebelum letusan akan terjadi.

Masyarakat juga percaya bahwa binatang-binatang hutan di keliling
Gunung Merapi dimiliki oleh Eyang Merapi. Binatang hutan, terutama macan putih yang tinggal di
hutan Blumbang, pantang di tangkap atau di bunuh.

Selanjautnya kuda yang tinggal di hutan Patuk Alap-alap, di sekitar Gunung Wutoh, dan diantara Gunung Selokopo Ngisor dan Gunung Gajah
Mungkur adalah dianggap/dipakai oleh rakyat Kraton Mahluk Halus Merapi sebagai binatang tunggangan dan penarik kereta. Sama dengan yang ada tempat angker yang harus
dihormati juga binatang-binatang hutan yang dimiliki manusia yang bersama-sama mendiami tanah
L dengan Mahluk Halus serta Roh-roh leluhur.

Konon kehadiran hewan keramat itu juga akan memberi tanda bila Gunung Merapi akan meletus. Apa saja tanda-tanda alam itu yang hanya bisa dilihat atau dirasakan oleh seseorang yang dianggap ‘linuwih’ itu

BERITA REKOMENDASI