Literasi Media Digital Menepis Hoaks

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema ‘Literasi Media Digital di Era Pandemi’. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan bersama dengan SMP Muhammadiyah 1 Godean, Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Sabtu (24/07/2021). Kegiatan ini diketuai oleh Adi Nugraha Setiadi ST MEng (Dosen Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Terapan/FAST-UAD) dan beranggotakan Sri Wijayanti Wulandari SSi MSc (Dosen Biologi FAST-UAD) dan Syariful Fahmi SPd MPd (Dosen Pendidikan Matematika FKIP – UAD).

Kegiatan ini disambut baik oleh Ovayagori Rahman selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Muhammadiyah 1 Godean. “Kami mengusulkan materi mengenai penipuan online dengan modus struk bukti transfer karena hal itu pernah terjadi pada kami ketika masa pembayaran SPP,” ucapnya.

Menurut Adi Nugraha Setiadi, pada masa pandemi sekarang ini, peningkatan literasi media digital masyarakat sangat diperlukan sehubungan dengan banyaknya penipuan online karena kondisi ekonomi yang sulit dan juga banyaknya berita hoaks yang menyebabkan misinformasi.

“Kami melihat sekarang ini kasus penipuan online lewat platform whatsapp, instagram, dan lain sebagainya makin marak. Penipuan-penipuan bermodus transfer uang yang kelebihan sehingga penerima harus transfer balik disertai struk editan (palsu) juga makin banyak. Masyarakat awam mungkin akan kurang jeli membedakan struk editan tersebut sehingga percaya saja,” terangnya.

Sri Wijayanti Wulandari, anggota Tim Pelaksana PPM-UAD menjelaskan, kegiatan PPM ini dilakukan secara daring mengingat situasi pandemi Covid-19 yang belum terkontrol sehingga pemerintah menginstruksikan PPKM Darurat. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 34 guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Godean. “Pada kegiatan ini juga ada sosialisasi lain yaitu mengenai ‘Sars-Cov-2, Komorbid, dan Vaksin’ dan ‘Menepis Hoaks di Era Pandem’ yang disampaikan oleh anggota tim pelaksana.

“Topik ini diangkat karena isu hoax terkait Covid-19 dan vaksin. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi forum diskusi untuk membahas hal-hal tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, kegiatan ini dikemas dalam forum diskusi bebas sehingga peserta dapat bertanya mengenai hal-hal yang relevan dengan topik PPM. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan dan kewaspadaan masyarakat sehingga terhindar dari penipuan online dan berita hoax. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman serius yang ditimbulkan oleh Covid-19. (Jay)

BERITA REKOMENDASI