Mahasiswa S3 Ketahanan Nasional UGM Ramu Buku Solusi Atasi Pandemi dan Bencana Alam Indonesia

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – 9 mahasiswa S3 Prodi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana UGM melaksanakan diskusi terbuka bertajuk Geostrategi Mengatasi Bencana Pandemi Covid-19 bersama beberapa narasumber seperti Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga Khudori yang merupakan anggota Pokja Dewan Ketahanan Pangan, Rabu (14/4/2021) siang. Prodi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana UGM berupaya membantu pemerintah dalam meramu strategi terbaik mengatasi pandemi Covid-19 dan ketidakpastian bencana alam.

Prof Armaidy Armawi, Ketua Prodi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana UGM, mengungkap sembilan mahasiswa S3 yang saat ini menempuh pendidikan merupakan angkatan pertama bagi Prodi Ketahanan Nasional. Mahasiswa menurut dia ingin menjaring inspirasi untuk membuat buku berisi pandangan dan rekomendasi yang bisa diambil oleh pengampu kebijakan kedepan.

“Salah satunya dari diskusi ini, kami akan menjaring inspirasi untuk nanti membuat buku sebagai suatu karya bersama dalam bentuk bunga rampai. Tiap mahasiswa mengambil pokok bahasan masing-masing tentang penanganan bencana Covid-19 dan bencana alam di Indonesia,” ungkapnya di sela diskusi yang digelar daring tersebut.

Armaidy menilai, Indonesia harus memiliki rencana tepat di tengah ketidakpastian situasi dan bencana yang kini terjadi. Misalnya di saat pandemi belum berakhir, Indonesia bersiap menghadapi bencana alam seperti banjir bandang NTT, gempa di Malang dan bahkan ancaman-ancaman akibat aktivitas alam lainnya.

“Seluruh dunia merasakan dampak Covid, tidak diragukan lagi di mana ekonomi tak jalan, jaring sosial rusak dan kesehatan juga terganggu. Bagaimana bencana itu tambah lagi dengan bencana alam NTT, gempa Malang kemarin dan siklon tropis yang ada di Indonesia. Ketidakpastian bencana ini yang membuat kita bersiap, bagaimana kita membangun ketahanan menghadapi situasi tak pasti ini, sehingga kita bisa mengurangi resiko dan substain,” lanjut dia.

BERITA REKOMENDASI