Mahasiswa Tolak Penggusuran Tanah Berkedok Pembangunan

YOGYA (KRjogja.com) – Massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) Senin (21/11/2016) siang menggelar aksi unjukrasa di titik 0 km Yogyakarta. Mereka kembali menyerukan penolakan penggusuran lahan pertanian yang mengatasnamakan pembangunan. 

Koordinator aksi, Fandi mengatakan di beberapa daerah masyarakat diminta pergi lantaran tanah pertanian yang digunakan hendak diubah menjadi proyek yang diklaim bagian dari pembangunan. Namun demikian, menurut mahasiswa tidak ada solusi konkrit yang ditawarkan pemerintah untuk para petani yang dinilai kehilangan lahan produktif. 

"Malah ada represi dari aparat, seperti yang baru-baru ini terjadi di Majalengka Jawa Barat dan beberapa daerah di DIY. Tanah dirampas kemudian ada tindakan represi, kami sangat menyesalkan hal tersebut," ungkapnya. 

Kebijakan tersebut menurut mahasiswa dirasa tak lagi memihak masyarakat. "Atasnamanya sudah pembangunan tapi ada masyarakat yang dikorbankan, inilah yang kita sayangkan," imbuhnya. 

Sebelum beraksi di titik 0 kilometer, mahasiswa sebelumnya juga berorasi di pintu masuk kantor DPRD DIY. Mereka membawa beberapa spanduk yang berisi penolakan terhadap tindakan represi dan kriminalisasi kaum tani. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI