Mahasiswa UGM Bantu Siswa Kesulitan Belajar di Masa Pandemi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Saat ini pemerintah masih memberlakukan pembelajaran daring bagi siswa meski di beberapa kawasan zona hijau sudah diperkenankan menggelar kegiatan tatap muka. Pembelajaran daring masih menimbulkan konsekuensi yang sampai kini membutuhkan kerja nyata untuk mengurai.

Mahasiswa KKN UGM, mencoba ikut mengurai permasalahan yang terjadi. 75 mahasiswa turun dalam KKN Peduli Pendidikan di 16 lokasi di tanah air untuk membantu siswa SD hingga SMA yang menemui hambatan pembelajaran daring karena tidak memiliki akses internet, keterbatasan kuota/pulsa, tidak memiliki peralatan, serta kesulitan dalam pendampingan orang tua. Adapun pelaksanaan KKN dilaksanakan dengan kombinasi secara luring dan daring.

Salah satu mahasiswa KKN Peduli Pendidikan UGM periode tujuh tahun 2020, Luthfi Indrayani menceritakan ia bersama rekan-rekannya melaksanakan KKN tematik peduli pendidikan sejak 1 Agustus hingga 10 Oktober 2020. Selama sekitar 50 hari mereka melakukan pendampingan belajar bagi siswa SD, SMP, dan SMA secara daring di Kulonprogo.

“Kami lakukan pendampingan juga ada yang di Sewon, Kasihan, dan Piyungan. Program pendampingan belajar kita bagi dalam tiga metode yakni umum, privat, dan keahlian khusus. Misalnya, siswa memiliki riwayat penyakit bawaan dan hiperaktif, hanya fokus pada bidang khusus sehingga kesulitan memahami pembelajaran akademik, serta tidak dibimbing orang tua karena orang tua buta huruf, pendidikan rendah, bekerja, maupun temperamen. Pendampingan privat juga untuk siswa yang tidak memiliki gawai,” ungkap mahasiswa Fakultas Pertanian UGM ini, Selasa (13/10/2020).

Tidak hanya itu saja, pendampingan kehalian khusus juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa. Beberapa di antaranya yakni program hafalan Al Quran (tahfidz) dan pelatihan desain. “Selain itu kami juga melakukan penguatan kapasistas dan keterampilan digital kepada siswa, guru dan wali murid,” imbuhnya.

Salah satu Dosen Pembimbing Lapangan KKN Peduli Pendidikan, Dr Rurie Ratna Shantiningsih menyampaikan semangat dan kreativitas mahasiswa membuat program-program yang dibuat bisa tetap dijalankan dengan sejumlah penyesuaian di masa pandemi.

“Misalnya saja di tengah-tengah KKN ada instruksi dari pemerintah untuk tidak lagi menyelenggarakan pembelajaran tatap muka karena peningkatan Covid-19. Akhirnya para mahasiswa mencari strategi agar pembelajaran tetap berjalan antara lain dengan kunjungan rumah maupun pembelajaran jarak,” paparnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI