Mahasiswa UNY Ubah Sabut Kelapa Jadi Bahan Cat

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA meneliti pemanfaatan Zeolit alam dan Selulosa dari sabut kelapa. Dari hasil penelitian ternyata diketahui sabut kelapa bisa dijadikan bahan pengisi dan perekat pada cat dinding.

Mahasiswa UNY telah meneliti pemanfaatan zeolit alam dan selulosa ternyata ada di sabut kelapa sebagai bahan pengisi dan perekat pada cat dinding, karena komponen dasar sabut kelapa yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa tersebut bisa digunakan sebagai bahan matrik pada komposit zeolite.

Adelia Putri Hestiana Dewi, Anita Rahmawati dan Fakhrizal Naufal dari Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA, telah meneliti hal itu dengan harapan dapat meningkatkan nilai dari limbah sabut kelapa yang selama ini belum dioptimalkan pemanfaatannya serta menjadikan salah satu produk cat yang ramah lingkungan. "Sabut kelapa mengandung serat (fiber) dan gabus (pitch) yang menghubungkan satu serat dengan serat yang lainnya," kata Adelia, Jumat (23/08/2019).

Menurutnya, sabut kelapa terdiri dari 75 persen serat dan 25 persen gabus. Kata Adelia, potensi penggunaan serat sabut kelapa sebagai biosorben untuk menghilangkan logam berat dari perairan cukup tinggi karena serat sabut kelapa mengandung lignin dan selulosa.

"Serat sabut kelapa sangat berpotensi sebagai biosorben karena mengandung selulosa di dalam struktur molekulnya. Dan mengandung gugus karboksil serta lignin yang mengandung asam phenolat ikut ambil bagian dalam pengikatan logam.Selulosa dan lignin adalah biopolimer yang berhubungan dengan proses pemisahan logam berat," imbuhnya.

Sementara itu Anita Rahmawati mengungkapkan, penelitian lakukan di Fakultas MIPA UNY. Alat yang digunakan dalam penelitian yaitu, satu set alat refluk, erlenmeyer, gelas beker, hot plate stirrer, pengaduk magnet, corong gelas, kertas saring, oven pemanas, neraca analitik, termometer, cawan petri, XRD, FT-IR, SEM, peralatan gelas, mufel furnance.

Sedangkan bahan yang diperlukan adalah sabut kelapa, zeolit alam, aquades (H2O), natrium hipoklorit (NaOCl), asam klorida (HCl), aseton (p.a), natrium hidroksida (NaOH), acrylix, asam nitrat (HNO3), natrium nitrit (NaNO2), dinatrium sulfit (Na2SO3) dan selulosa komersial mikrokristalin.

Setelah melalui beberapa proses penelitian di laboratorium seperti preparasi zeolit alam, delignifikasi dan ekstraksi nano selulosa sabut kelapa, aktivasi zeolit alam, sintesis komposit zeolit nano selulosa, uji karakteristik nano selulosa sabut kelapa dan karakterisasi komposit zeolit nano selulosa sabut kelapa, maka pembuatan cat tembok emulsi dilakukan.

Acrylix dilarutkan sebanyak 300 gram ke dalam 300 ml air, lalu diaduk hingga homogen, kemudian ditambahkan komposit zeolit-nano selulosa dari sabut kelapa sebanyak 100 gram, setelah itu kembali diaduk dengan menggunakan magnetic stirrer hingga homogen dan menjadi cat tembok emulsi.

Cat tembok emulsi yang diperoleh selanjutnya dianalisis berdasarkan SNI 3564:2009 tentang syarat mutu cat tembok emulsi dengan parameter uji kadar padatan total, waktu mengering sentuh, waktu mengering keras, pH, kehalusan dan daya tutup.

Penelitian ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta tahun 2019 dan lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang akan diselenggarakan di Bali akhir Agustus ini. (Ive)

BERITA REKOMENDASI