Massa Muhammadiyah Datangi Polda DIY

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Massa dari organisasi Muhammadiyah menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda DIY, Sabtu (28/09/2019). Mereka menuntut Polisi mengusut tuntas kasus yang menewaskan dua mahasiswa yang juga kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kendari Sulawesi Tenggara.

Aksi massa dimulai sekitar pukul 13.30 WIB siang tadi. Mereka berorasi dan membentangkan sejumlah poster di depan Mapolda DIY. Massa juga memblokade ruas jalur cepat dan jalur lambat sisi utara ringroad.

Baca juga :

Viral, Siswa De Britto Tegas Tolak Ikut Aksi 30 September
Nguras Enceh, Melestarikan Tradisi Warisan Nenek Moyang

Di sela aksi, massa juga menyempatkan Salat Ashar berjamaah di tengah jalan. Tampak hadir Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri menerima langsung aksi massa yang terdiri dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Nasyiatul Aisyiyah.

Kordinator Umum AMM DIY, Imam Fahrurraz mengatakan pihaknya mendesak Kapolri membentuk tim investigasi terkait tewasnya dua kader IMM di Kendari, Immawan Randi (21) yang meninggal tertembak ketika aksi unjuk rasa dan Yusuf Kardawi (19) dimana nyawanya tak tertolong setelah luka di kepala akibat pukulan benda tumpul.

Diketahui, Randi dan Yusuf merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, keduanya saat kejadian ikut aksi demo pada Kamis (26/09/2019) di Kendari. "Bentuk tim investigasi, usut tuntas dan transparan ke publik," kata Imam disela aksi.

Imam menambahkan, peristiwa yang dialami dua kader IMM itu merupakan bentuk tindakan represif aparat. Pihaknya pun berduka atas meninggalnya Randi dan Yusuf. (Ive)

BERITA REKOMENDASI