Masuk Jogja, Mahasiswa Harus Kantongi Surat Bebas Covid

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Penyebaran virus Korona di Kabupaten Sleman dinilai cukup terkendali. Hal tersebut dilihat dari tidak adanya kasus baru Covid-19. Untuk mempertahankan status itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman mengambil kebijakan agar calon mahasiswa atau mahasiswa yang akan datang ke Sleman harus mengantongi surat keterangan bebas Covid-19, minimal satu kali uji rapid test dengan hasil non reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menerangkan, syarat ini harus dipenuhi karena penyebaran Covid-19 di Sleman sudah cukup terkendali. Hal ini dilihat dari kasus baru yang terdeteksi karena hasil pencarian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman. Sementara kasus baru yang tiba-tiba muncul sudah berkurang.

“Syarat ini tidak hanya bagi mahasiswa atau calon mahasiswa yang berasal dari zona merah. Kebijakan ini perlu untuk mempertahankan agar kasus di Sleman tetap terkendali atau landai. Syukur menurun terus, jangan sampai nanti ada pendatang yang ingin melanjutkan pendidikan di Sleman atau DIY justru membawa virus dari tempat asalnya,” ungkap Joko Hastaryo saat ditemui di kantornya, Rabu (27/5).

Surat keterangan bebas Covid-19 itu, lanjut Joko, diserahkan ke perguruan tinggi dan secara periodik akan dilaporkan ke Pemkab Sleman. Menurut Joko, syarat ini cukup longgar dibandingkan provinsi DKI yang harus menyertakan hasil swab tenggorokan. Terkait uji rapid test pengunjung dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti uji rapid test tahap kedua, ada dua orang pengunjung dinyatakan reaktif.

BERITA REKOMENDASI