Masyarakat Diminta Waspadai Hoax dan Konflik Sosial

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perwakilan Kementrian Pertahanan (PKP) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar Seminar Pertahanan Semesta bertempat di Ruang lantai III Sekertariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (28/03/2018). 

Kegiatan dalam rangka menumbuhkan rasa bela negara dan cinta tanah air ini diikuti oleh  Perangkat Daerah kabupaten Sleman, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, dan akademisi.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Purwatno Widodo mewakili Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan melalui seminar tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para peserta untuk menimba informasi sebanyak – banyaknya. Selain itu, sebagai wadah untuk berintegrasi diantara lapisan masyarakat mengingat beragamnya kondisi etnis penduduk yang ada di Sleman.

"Menjaga kedaulatan dan pertahanan negara adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat dan bangsa Indonesia. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang ada di Sleman untuk saling bersinergi sehingga terciptanya keamanan dan kenyamanan kehidupan bermasyarakat di Sleman," kata Purwanto sebagaimana keterangan pers Setda Sleman.

Pejabat Perwakilan Kementerian Pertahanan perwakilan Wilayah Istimewa Yogyakarta Kolonel Infantri Edi Santoso mengungkapkan, perkembangan kemajuan zaman akan selalu berimplikasi pada hadirnya ancaman-ancaman terhadap kedaulatan negara.

Tak hanya itu, lanjutnya, masalah dari dampak negatif IT yaitu perkembangan media-media mainstream, sosial media dengan muatan informasi dan juga paham-paham yang dengan mudah diakses dan dapat merubah moral serta kepribadian warga negara.

“Ancaman nyata yang kita hadapi pada kondisi saat ini di adalah bukan lagi tentang agresi militer tetapi non agresi seperti konflik sosial, hoax, dan penyebaran paham – paham radikal,” kata Edi.

Menghadapi ancaman-ancaman ini, menurut Edi maka sangat penting untuk melaksanakan pembinaan kewaspadaan diri, bela negara, diplomasi, iptek, ekonomi, sosial, moral dan dukungan penyelenggaraan pertahanan negara. Dengan demikian kita dapat bersama-sama meminimalisir dampak terjadinya ancaman-ancaman tersebut,

Edi menuturkan strategi yang diterapkan yakni peningkatan fungsi pertahanan dan keamanan pada pusat kegiatan di wilayah perbatasan negara. "Yaitu melalui penetapan zona penyangga yang berfungsi untuk pengamanan," katanya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI