Masyarakat Pakem Padukan Peternakan-Pertanian lewat Koperasi Peternak Roekoen

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Warga Hargobinangun Pakem menginisiasi sebuah ruang untuk memadukan peternakan dengan pertanian yang dinamakan Koperasi Peternak Roekoen. Koperasi tersebut dibuat untuk mengembangkan potensi masyarakat sekaligus berupaya menyejahterakan warga di lokasi tersebut.

Wenas Anggoro, Ketua Koperasi Peternak Roekoen mengungkap dahulu warga belum maksimal dalam melakukan pengelolaan peternakan yang sebenarnya punya potensi besar. Namun sejak beberapa waktu terakhir, warga memiliki ide memadukan peternakan dengan pertanian yang kemudian diwujudkan dalam bentuk koperasi.

“Kami senang dan bangga karena akhirnya bisa mewujudkan keinginan warga untuk bisa memaksimalkan potensi peternakan dan pertanian. Kami bergerak dalam breeding kambing, sekarang ditambah memanfaatkan kotoran kambing untuk dijadikan pupuk. Kedepan koperasi ini akan dikembangkan untuk kemajuan warga, bisa jadi dikembangkan sebagai toko swalayan untuk kebutuhan warga,” ungkapnya dalam peresmian koperasi, Sabtu (20/6/2020).

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Totok Hedi Santosa yang hadir dalam peresmian koperasi melempar apresiasi atas ide menarik warga yang diwujudnyatakan menjadi gerakan gotong-royong. Totok Hedi menyebut, gerak inisiatif warga seperti ini sejalan dengan visi partainya yang berupaya menyejahterakan masyarakat.

“Upaya seperti ini adalah wujud dari semangat mandiri yang berbasis kemauan bekerjasama dan bergotong-royong dengan seluruh stake holder di masyarakat. Semangat gotong-royong sangat sesuai dengan kultur masyarakat, untuk itu harus terus direvitalisasi, digalakan agar banyak hal yang menjadi keinginan positif masyarakat bisa diakselerasi,” terang Totok.

PDI Perjuangan DIY menurut Totok mengapresiasi langkah kader yang ikut andil menginisiasi Koperasi Peternak Roekoen yang punya visi kedepan memadukan peternakan dengan pertanian. Peternakan kambing yang menghasilkan kotoran akan dimaksimalkan untuk pupuk dan nantinya digunakan untuk pertanian organik di Hargobinangun.

“Kami berharap langkah warga di Hargobinangun Pakem bisa diikuti masyarakat lain. Ini sangat penting untuk mewujudkan mobilisasi ekonomi di tingkat desa,” pungkas Totok didampingi Rita Nurmastuti, Ari Murti dan Danang Maharsa. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI