Masyarakat Waspada Modus Sosialisasi Toko Modern

SLEMAN (KRjogja.com) – Forum Pemantau Independen (FORPI) Kabupaten Sleman menyambut baik himbauan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar waspada tentang modus sosialisasi pendirian toko modern. Hanya saja, tetap dibutuhkan upaya dan strategi guna mengantisipasi permainan politik uang dari pemilik modal.

Anggota FORPI Sleman Dr Hempri Suyatna menjelaskan sekarang ini pemilik modal juga tidak kehabisan akal. Pengusaha mendatangi langsung orang per orang dan mempengaruhi langsung masyarakat. Termasuk memberikan iming-iming sejumlah uang.

"Itu contoh nyata di Seyegan beberapa waktu lalu. Dimana masyarakat justru mendesak aparat desa agar memberikan izin pendirian toko modern. Karena mereka sudah terlanjur menerima sejumlah uang," kata Dr Hempri Suyatna.

Terkait himbauan agar waspada dengan modus sosialisasi, menurut Hempri jangan sampai masyarakat justru dibenturkan dengan Pemerintah Desa (Pemdes) atau Pemcam. Satpol PP sendiri juga diharapkan tidak sekedar menganjurkan saja. Melainkan melarang agar instansi terkait mengizinkan pendirian toko modern baru.

Hempri menyontohkan kasus di Kulonprogo. Dimana Pemkab setempat mengakuisisi toko modern dalam bentuk koperasi. Pemkab Sleman juga dapat berbuat demikian. Jika memang koperasi tidak mendukung, dapat berupa BUMDes atau sebagainya.

"Jadi memberdayakan toko-toko lokal juga perlu dilakukan. Hal lain yang perlu diantisipasi adalah konspirasi di dalam perizinan itu sendiri. Jangan sampai yang dijadikan bamper hanya pemerinah di level bawah. Tapi ujung tombaknya juga. Bupati dan SKPD terkait," tegas Hempri. (Awh)

BERITA REKOMENDASI