Mau Percepat Produksi Puter Pelung, Ini Triknya

Editor: KRjogja/Gus

SEBAGIAN peternak puter pelung berusaha bisa mempercepat produksi puter-puter pelung yang sudah dijodohkan. Salah satunya dengan mengambil anakan atau piyik puter pelung saat berumur sekitar satu minggu dari kandang induknya. Setelah itu piyik ditempatkan di sangkar tersendiri yang diberi lampu, bahkan bisa digabung dengan piyik dari indukan lain.

Cara seperti ini telah dilakukan peternak puter pelung, Suryanto, sehingga ia rutin memberi pakan anakan puter pelung dengan cara meloloh atau menyuapi dengan menggunakan beras merah dan kacang hijau yang sudah digiling atau menjadi wujud serbuk. Campuran serbuk kacang hijau dan beras merah secukupnya ditempatkan di wadah yang biasa untuk menyimpan kecap. Setelah itu diberi air hangat, diaduk sampai rata dan wujudnya menjadi seperti bubur.

“Selanjutnya dapat dilolohkan pada piyik puter pelung, sehari bisa dua kali saja. Bagian ujung wadah kecap cukup ditempatkan di mulut piyik puter pelung,” jelas Suryanto, baru-baru ini.

Ditemui di tempat tinggalnya kawasan Sidoagung Sleman, suami dari Endah Nur Afni ini menambahkan, rutin meloloh piyik puter pelung sampai umur kisaran satu setengah bulan. Pasalnya, pada umur tersebut sudah bisa makan sendiri. Jenis pakan rutinnya, yaitu campuran biji-bijian seperti beras merah, jagung, kacang hijau dan milet putih. Ketika anakan puter pelung diambil dari kandang induknya, maka diharapkan indukan dapat segera kawin lagi. Satu minggu setelah kawin, babon puter akan bertelur. Lalu masa pengeraman telur rata-rata dua minggu.

BERITA REKOMENDASI