MBS Yogyakarta Gelar Raker ke-8

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Menyambut Tahun Ajaran 2016/2017 Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) menyelenggarakan Rapat Kerja sekaligus Baitul Aqrom. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari bertempat di Aula Utama MBS Yogyakarta di Prambanan mulai Minggu (17/07/2016) hingga Selasa (19/07/2016).

Menurut Ketua Panitia, Eko Priyo Agus Nugroho digelarnya acara ini menjadi sebuah agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan untuk mengawali tahun ajaran baru.  Dalam Raker kali ini kita mengambil tema 'Bersama Membangun Cinta, untuk Menggapai Cita-cita Mulia dalam Bingkai Profesionalisme Kerja'. "Diharapkan dengan acara ini akan tumbuh semangat kerja bagi seluruh Guru dan Karyawan MBS," katanya.

Raker sekaligus Baitul Arqom tahun ini diikuti sebanyak 264 guru dan karyawan. Agenda utama dari kegiatan ini adalah penyusunan program kerja selama setahun, konsolidasi struktur MBS yang baru serta ditambahkan dengan agenda lain yaitu Pelatihan Motivasi Kinerja yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan. Diantaranya materi motivasi adalah 'Membangkitkan Semangat Menulis Bagi Guru', 'Motivasi Bekerja Ikhlas Cerdas dan Tuntas', serta 'Bermuhammadiyah dengan Muthmainah'.

Menurut Eko, materi dalam pelatihan motivasi kali ini disesuaikan dengan tema agar para guru dan karyawan semakin meningkatkan potensi dan semangat mereka dalam pengabdian di MBS Yogyakarta. Salah satu Pimpinan MBS Yogyakarta Odjie Samroji menambahkan, dengan digelarnya kegiatan kali ini menjadi momentum bagi guru dan karyawan untuk lebih baik dalam bekerja, dengan prinsip kerja ikhlas, cerdas dan tuntas. “Tenaga Pendidik dan Kependidikan perlu memiliki motivasi dalam setiap bidang tugasnya, acara ini bisa sarana untuk kita mengevaluasi kinerja kita sekaligus menjadi acuan dalam penyusunan program kerja berikutnya," tegasnya.

Odjie juga berharap melalui raker kali ini program-program kerja bisa tersusun dan terlaksana dengan baik didukung dengan semangat dan kerjasama dari seluruh bagian yang terkait. Sehingga MBS Yogyakarta bisa menjadi pesantren modern yang semakin profesional dan tetap mengedepankan mutu serta kualitasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI