Mendongeng Bahasa Jawa Itu Tidak Mudah

SLEMAN (KRjogja.com) – Mendongeng Bahasa Jawa, ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada 'unggah-ungguh' atau tata krama yang tidak boleh ditinggalkan. Bahkan untuk membahasakan ke diri sendiri juga cukup sulit.
 
Setidaknya itu yang dirasakan Surti Wijayana, Guru SDN Kloposawit Kecamatan Turi yang menjadi peserta lomba kreativitas guru yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Selasa (13/09/2016).  Dia menjadi satu dari 136 guru TK-SD yang ambil bagian dari kegiatan ini.
 
"Kalau Bahasa Indonesia itu relatif sama. Baik untuk anak maupun orangtua. Semuanya saja. Beda dengan Bahasa Jawa. Ada 'unggah-ungguh'-nya sendiri. kadang untuk membahasakan ke diri sendiri saja juga cukup sulit. Apalagi ini dibuat dongeng,” katanya.
 
Meski cukup akrab dengan Bahasa Jawa karena dia biasa menjadi Master of Ceremony (MC). Tetap saja dia mengalami kesulitan. Apalagi dongeng ini diperuntukkan bagi anak-anak, sehingga harus pandai dalam menyampaikan. (Awh)

 

BERITA REKOMENDASI