Mengaku Dokter, Tipu Sejumlah Pedagang Pasar

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seorang residivis asal Medan, EP alias Toni (48), kembali berurusan dengan polisi karena melakukan penipuan. Modusnya, lelaki bertubuh tambun itu mengaku sebagai seorang dokter, yang sedang mencari sayur dan daging segar untuk keperluan konsumsi di rumah sakit.

Kanit I Jatanras Satreskrim Polres Sleman Ipda Leonard Vanangian Hutajuru menjelaskan, tersangka awalnya mendatangi sejumlah pedagang di pasar  Gamping Sleman, salah satunya, seorang penjual daging sapi segar. Kepada penjual daging sapi tersebut, pelaku mengaku sebagai dokter yang hendak mencari pasokan daging yang banyak untuk bahan konsumsi di sebuah rumah sakit di Yogya.

Datang dengan pakaian rapi dan kata-kata yang meyakinkan, rupanya mampu membuat penjual daging tertarik. Pelaku kemudian meminta korban datang ke sebuah hotel berbintang di Jalan Magelang, untuk membuat kontrak jual beli. Dengan tujuh pedagang lainnya, penjual daging itu kemudian datang ke restoran hotel pada 23 Januari lalu, menemui pelaku.

“Saat para korban datang, mereka diminta untuk menulis surat perjanjian di atas kertas. Pada saat bersamaan, pelaku juga meminta HP para korban dengan dalih untuk dipasang GPS. Namun setelah ditunggu lama, pelaku tidak juga datang dan HP milik para pedagang pasar dibawa,” ungkap Kanit didampingi Kasubag Humas Iptu Edy Widaryanta, Kamis (15/04/2021).

Setelah melakukan penyelidikan, pelaku akhirnya tertangkap saat berada di kosnya daerah Bogor akhir bulan lalu. Saat diminta menunjukkan HP milik para pedagang, pelaku mengaku alat komunikasi itu sudah ia jual di beberapa daerah. Hasil penyidikan, rupanya EP merupakan residivis kasus penipuan di Solo tahun 2017 lalu. Saat itu, ia harus menjalani hukuman 2 tahun setelah terbukti bersalah melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota Paspamres.

“Dalam kasus yang menjeratnya, kami menyita barang bukti antara lain pakaian batik yang saat kejadian digunakan oleh pelaku ke pasar. Atas perbuatannya, ES kami kenakan Pasal 378 KUHP ancaman 4 tahun,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI