Mengkampanyekan Pancasila Melalui Konser Musik

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Yudi Latif PhD  menegaskan, penanaman nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat perlu diubah dengan memanfaatkan tren masa kini. Tak terkecuali dengan kampanye unik maupun konser musik.

"Kalau dulu-dulu kan seolah-olah (Pancasila) memaksa, penetrasinya tidak canggih, top-down, tanpa estetika. Sekarang perlu memanfaatkan seni. Kita tampilkan konser musik sambil kampanye Pancasila misalnya," ungkap Yudi dalam Kongres Pancasila IX di Balai Senat UGM, Sabtu (22/07/2017).

Yudi juga memandang instrumen seni layaknya musik, film atau tarian bisa dimanfaatkan sebagai sarana yang efektif untuk melekatkan nilai-nilai Pancasila dalam jiwa bangsa. Konsep pendekatan melalui instrumen seni menurutnya dapat diteladani dari cara penyebaran agama pada masa lalu.

"Kalau kita tahu penyebaran berbagai agama di Indonesia itu di masuk melalui perangkat gamelan, kidung, serta macapat. Itu bisa kita teladani," ujarnya.

Pengenalan Pancasila pada masyarakat secara kreatif serta inovatif dapat dilakukan dengan menggandeng generasi muda, layaknya membuat animasi dan desain grafis pancasila. Termasuk, mengenalkan tokoh yang telah mengharumkan nama bangsa layakya atlit maupun publik figur lain agar bisa menjadi suri tauladan dan memupuk rasa cinta tanah air.

"Kita perlu imajinasi-imajinasi anak muda, bikin animasi atau simbol yang merujuk pada angka lima. Sehingga apapaun yang lima akan diasosiasikan dengan Pancasila. Kita juga bisa panggil pulang musisi layaknya Joey Alexander, pemain bulu tangkis hebat lainnya juga untuk jadi ambassador duta pancasila. Cara ini kelihatannya sepele tetapi powerful," pungkasnya. (Mg-21)

BERITA REKOMENDASI