Menhan: Pancasila Sedang Jadi Perbincangan Dunia

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan saat ini Pancasila sedang menjadi perbincangan di dunia internasional. Menhan menyebut dunia sedang membutuhkan ideologi yang bisa menyatukan berbagai keragaman.

"Pakar di Universitas Leyden, Belanda, Harry Clinton dan Barak Obama membicarakan Pancasila," kata Ryamizard pada acara pembekalan mahasiswa baru UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) Kampus Pusat, Sleman. Selasa (13/08/2019).

Menurutnya, Pancasila terbukti ampuh mempersatukan beribu-ribu perbedaan mulai dari suku bangsa, ras, budaya dan agama. Pancasila merupakan ideologi yang ajaib dan hebat. Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk tidak menjaga Pancasila.

“Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final menjadi harga mati tdak boleh ditawar-tawar lagi. Indonesia bukan negara agama tetapi negara yang masyarakatnya beragama,” ucapnya.

kalau menjadi Hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang Islam jangan jadi orang Arab dan kalau jadi orang Kristen jangan jadi orang Yahudi, Ryamizard berpesan tetaplah jadi orang Nusantara dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini.

Kata Ryamizard, hancurnya Pancasila adalah terpecahnya negara. Sehingga menjadi kesepakatan dan tugas bersama untuk selalu menjaga dan melestarikan Pancasila sebagai identitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bela negara merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak tidak dapat ditawar-tawar lagi. mengingat semakin maraknya ancaman terhadap ideologi negara Pancasila yang dapat berdampak pada perpecahan bangsa.

"Bela negara ini bukan pilihan tapi kewajiban kita bersama, seluruh komponen bangsa demi menjaga keutuhan bangsa dan negara agar Indonesia tetap ada sampai kiamat," ungkapnya.

Indonesia adalah negara besar yang kaya dengan keragamannya, Bhineka Tunggal Ika bangsanya, UUD 1945 landasan hukumnya, demokrasi sistem politiknya dan Pancasila dasar negaranya.

"Indonesia adalah rumah bersama. Sebagai anak bangsa, apakah rela jika ada sekelompok orang yang ingin mengubah Pancasila dan menjadikan Indonesia menjadi bangsa tanpa keragaman atau negeri untuk satu golongan saja?," pungkasnya. (Ive)

 

BERITA REKOMENDASI