Mensos Puji Kreatifitas Difabel DIY

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indarparawansa menghadiri pembukaan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2017 di lapangan Siwa Kompleks Candi Prambanan Sabtu (2/12/2017) sore. Dalam agenda yang dikemas santai ini, 4000-an difabel dari berbagai wilayah Indonesia hadir dan menampilkan karya seni seperti Angguk dari SLB N 1 Kulonprogo hingga Difabel Siaga Bencana (Difagana) yang memperagakan pembuatan dapur umum dan shelter inklusi.

Dalam pembukaan kegiatan dua hari tersebut, secara khusus diserahkan peta negara Indonesia yang dilengkapi dengan keterangan huruf braille. Peta aktual tersebut dibuat oleh para difabel DIY dari Griya Manunggal dibantu Badan Informasi Geospasial serta seniman asal Jogja.

Mensos saat berbicara di hadapan para difabel pun tak bisa menutupi rasa kegembiraan karena bisa hadir di puncak HDI 2017 yang dinilainya sebagai sebuah acara spektakuler. Menurut Mensos, ada hal substansif yang dihasilkan dari acara peringatan HDI diantaranya pembuatan peta Indonesia dengan penjelasan huruf Braille.

“Ini sungguh luar biasa ada peta Braille yang dibuat oleh teman-teman difabel di Yogya, akan saya laporkan pada presiden. Saya juga sangat mengapresiasi adanya Difagana yang ternyata baru satu-satunya difabel siaga bencana yang ada di Indonesia. Acara di Jogja ini sangat luar biasa spektakuler menurut saya,” ungkapnya.

Secara khusus, Mensos juga memuji DIY yang menjadi salah satu provinsi mengimplementasikan UU nomor 8 tahun 2016 tentang disabilitas. “DIY ini pertama terapkan Perda turunan UU tersebut di Indonesia, saya berharap setelah ini teman-teman bisa mendorong tak hanya di tingkat provinsi namun juga di kabupaten kota agar segera menerbitkan peraturan yang mengakomodasi hak disabilitas,” sambungnya.

Mensos juga mengharapkan hal positif yang tercipta di puncak peringatan HDI 2017 seperti pembuatan peta Indonesia Braille, Difagana hingga pemecahan rekor MURI tari kecak difabel terbanyak yang dilaksanakan di Bali bisa menginspirasi untuk mewujudkan masyarakat inklusif. “Kita semua berharap proses ini terus berlanjut dan catatan strategis yang dihasilkan di puncak peringatan HDI 2017 ini bisa membawa kita menuju masyarakat inklusif dan tangguh,” pungkas Mensos. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI