Mental dan Disiplin Modal Pendidik Daerah Terpencil

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Mental yang baik dan kedisiplinan menjadi modal bagi pendidik yang akan bertugas di daerah tertinggal. Diharapkan peserta program Sarjana Mengajar di Daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) dapat mengatasi masalah pendidikan di daerah tertinggal.

Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsekal Muda TNI Imam Sudrajat mengatakan, motivasi perlu diberikan karena para sarjana ini akan menjadi pendidik di daerah-daerah yang mempunyai karakteristik alam dan budaya yang berbeda. Untuk itu sangat diperlukan mental yang baik dan jiwa kepemimpinan di lapangan.

"Materi yang telah diberikan selama pembekalan sebagai modal untuk menjadi pendidik disana. Soalnya disana nanti akan dihadapkan dengan berbagai persoalan, " kata Imam dalam penutupan pembekalan terhadap peserta program SM-3T di AAU, Rabu (31/08/2016).

Program SM-3T ini diikuti  545 sarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).  Selanjutnya peserta akan dikirim ke Kabupaten Gayo Lues di Provinsi Aceh, Kabupaten, Belu, Malaka, di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bengkayang dan Melawat Kalbar, Dompu NTB. Selain itu juga ada di Polewali Mandar Sulbar, Maluku Barat Daya, Seram Bagian Barat dan Kepulauan Sula Maluku Utara.

Dikatakan, keberhasilan seorang pendidik dalam meniti karie sangat ditentukan oleh kemampuan dalam mentransfer ilmu yang dimiliki. Untuk itu setiap pendidik harus berupaya untuk membangun karakter yang baik, jujur, berdisiplin tinggi dan mengembangkan kemampuan tanpa mengenal batas waktu.

"Kami bangga atas motivasi yang tidak ditujukan para peserta. Namun para peserta harus tetap antusias dan semangat dalam bertugas. Sehingga para sarjana ini mampu mengatasi pendidikan di daerah tertinggal, " katanya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI