Minta Perlindungan Saksi Dugaan Penyalahgunaan Bansos Kemensos, Tim DWS-ACH Datangi Polres Sleman

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim hukum pasangan calon nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya- Agus Cholic (DWS-ACH) mendatangi Mapolres Sleman, Selasa (8/12/2020) siang. Mereka mengajukan permohonan perlindungan saksi pada polisi untuk dua orang saksi dugaan penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) Kementrian Sosial (Kemensos) untuk pilkada di Kabupaten Sleman.

Kari Tri Aji, juru bicara tim pasangan calon nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya- Agus Cholic (DWS-ACH) mengatakan Senin (07/12/2020) kemarin pihaknya sudah melapor secara resmi pada Bawaslu Kabupaten Sleman. Dalam laporan disertakan alat bukti seperti foto, undangan fisik dan keterangan dua orang saksi yang ikut dalam pembagian tersebut.

“Karena dua saksi ini warga di sekitar lokasi (Balecatur) Gamping, maka kami ingin melindungi mereka agar tidak terjadi intimidasi atau hal-hal yang tidak diinginkan. Hari ini kami datang melapor ke Polres Sleman terkait perlindungan saksi,” ungkapnya pada wartawan.

Terkait tindak pidana pemilu sendiri, Kari menyebut merupakan ranah Bawaslu Sleman bersama Gakkumdu di dalamnya. Saat ini disebut dia, Bawaslu sedang melakukan sidang untuk nantinya menindak lebih lanjut dugaan penyalahgunaan bansos Kemensos tersebut.

“Kalau untuk tindak pidana pemilu dalam ranah Bawaslu di dalamnya ada Gakkumdu termasuk di dalamnya ada Reskrim Polres Sleman yang akan melakukan sidang. Nantinya kalau dinilai ada pasal pidana yang dilanggar baru ke Reskrim Sleman. Terpenting saat ini bagi kami, perlindungan saksi sehingga tidak ada kekhawatiran saksi diintimidasi atau sebagainya karena merupakan warga sekitar lokasi kejadian,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, tim paslon DWS-ACH melaporkan temuan dugaan penyalahgunaan bansos Kemensos untuk keuntungan pilkada oleh tim sukses paslon nomor 03 Kustini-Danang. Tim dengan juru bicara Kari Tri Aji menyebut salah seorang anggota DPRD DIY membagikan bantuan sembako untuk warga dengan tas yang bertuliskan Kementrian Sosial pada tanggal 22 November lalu.

Saat itu diketahui terdapat pula Alat Peraga Kampanye paslon nomor 03 Kustini-Danang di lokasi pembagian. Tim DWS-ACH menilai anggota dewan yang juga tim sukses tersebut tidak memiliki legal standing baik secara hukum maupun politik membagikan bansos pada masyarakat dalam posisi tersebut.

Ketua tim advokasi paslon 03, Petrus Kanisius Iwan Setyawan melalui pernyataan tertulis menyatakan pembagian bansos Kemensos tersebut tidak ada kaitannya dengan paslon nomor 3. Terkait ditemukannya alat peraga kampanye paslon nomor 3, hal tersebut berada di luar sepengetahuan tim kampanye Kustini-Danang.

“Tim kampanye tidak pernah menginstruksikan untuk memanfaatkan pembagian bansos sebagai media kampanye. Bahkan tim kampanye telah menginstruksikan masa tenang ini untuk mengawasi potensi terjadinya praktik money politic di wilayah masing-masing,” tegas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI