Mobilitas Tinggi, GO Jek Bisa ‘Merajalela’

SLEMAN (KRjogja.com)  – Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, namun kemudian menimbulkan kemacetan lalu lintas, maka keberadaan mobil-mobil besar dipastikan tak akan menjanjikan lagi. Pada kondisi itulah keberadaan jasa jemput antar menggunakan sepeda motor akan makin diminati masyarakat.

“Saya meyakini dengan moblitas tinggi warga masyarakat, Go-Jek akan merajalela,” ungkap Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatu di sela kerjasama Go-Jek dengan Arisan Mapan di Jogjakarta, di Sindu Kusuma Park, Yogyakarta, Sabtu (17/12/2016).

Muslimatun juga meyakini, kerjasama tersebut akan mampu membantu pemerintah berkaitan dengan pemberdayaan pekerja sektor informal. Terutama para perempuan. Dari 5.609 angkatan kerja di Sleman, mayoritas merupakan pekerja informal. “Dari jumlah tersebut lebih dari separonya, perempuan,” tuturnya kemudian.

Kendati demikian, Wabup mewanti-wanti kepada penyedia jasa jemput antar tersebut untuk tidak membawa orang dari luar Sleman untuk dipekerjakan. “Masih banyak pengangguran tak kentara di wilayah kami,” ujar Muslimatun mengakui terus terang.

President Go-Jek, Andre Soelistyo mengemukakan, fokus perusahaannya sejak awal berdiri memang memberdayakan para pekerja sektor informal. (Tom)

BERITA REKOMENDASI