MTsN 6 Sleman Sambut Ramadhan dengan Wisuda Tahfid

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sejumlah 181 siswa MTsN 6 Sleman mengikuti kegiatan wisuda tahfidz di Monumen Jogja Kembali (Monjali). Program tahfidz MTsN 6 Sleman merupakan program mandatory yang diamanahkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya program tahfidz dilaksanakan dua kali.

“Pada program takhasus 6 yang merupakan program inovasi madrasah, setiap hari anak-anak datang ke madrasah pada pukul 06.00 WIB dan mengikuti pembelajaran tahfidz sampai jam 07.00 WIB. Berkat dukungan orang tua program tahfidz ini dapat berjalan dengan baik. Terkait program tahfidz yang merupakan kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta maka dalam pelaksanaannya masuk dalam kegiatan pembelajaran di kelas,” kata Kepala MTsN 6 Sleman, Harsoyo.

Koordinator Program Tahfidz Takhasus Enam, Anang Sumarna menjelaskan, pada tahun ini kegiatan wisuda kami khususkan untuk kelas IX dengan harapan dapat memotivasi mereka untuk melanjutkan kegiatan menghafal Al Quran pada jenjang pendidikan selanjutnya.

“Sebagai bukti sah atas capaian hafalan anak-anak, madrasah mengeluarkan sertifikat. Hal ini juga dapat menjadi bukti resmi keikutsertaan mereka dalam program tahfidz pada saat mereka mendaftar di sekolah lanjutan,” jelas Anang Sumarna, Rabu (30/03/2022).

Hadir pula dalam wisuda tahfidz, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Dr H Masmin Afif MAg, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman H Sidik Pramono SAg MSi. Dalam sambutanya Masmin Afif menegaskan agar anak-anak tetap semangat dalam menghafalkan Al Quran.

“Di antara keistimewaan yang ada pada diri seorang penghafal Al Quran, pada saat yang bersangkutan telah meninggal dunia maka jasadnya tidak akan dimakan binatang. Lebih lanjut, madrasah merupakan lembaga layanan publik, untuk itu diharapkan dapat memberikan layanan prima kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Sidik Pramono mengharapkan agar prestasi hafalan Al Quran dapat menghantarkan para penghafal al Quran menjadi pribadi yang moderat sehingga tidak terkontaminasi paham radikalisme. Melengkapi acara wisuda tahfidz Fatik Wijaya yang didaulat untuk menyampaikan tausiyah, mengingatkan kepada seluruh yang hadir akan pentingnya peran orangtua dalam mengawal hafalan anak-anaknya.

“Orangtua harus mendorong dan memotivasi serta jadi guru para siswa saat mereka tidak lagi di MTsN 6 Sleman. Jangan biarkan anak-anak berhenti menghafalkan al Quran, karena dengan menghafal Al Quran akan mengantarkan mereka menjadi pribadi yang sukses dan mulia dunia akhirat,” jelasnya.

Sedangkan Sutarjo MPdI selaku Waka Humas MTsN 6 Sleman mengatakan, pada tahun 2022 mewisuda sebanyak 181 siswa. Capaian hafalan paling banyak sampai 10 juz atas nama Tsamarahanin Khoirunnisa kelas IX A.

Sebagai wujud penghargaan atas prestasi yang diraih dalam menghafal Al Quran, madrasah memberikan tropi bergilir dan uang pembinaan. Penyerahan tropi bergilir dimaksudkan sebagai pengikat sekaligus motivasi kepada adik-adik kelasnya untuk dapat memaksimalkan diri dalam menghafalkan ayat Al Quran. Wisuda tahfidz MTsN 6 Sleman disemarakkan pula dengan penampilan puisi Islami dan lagu-lagu Islami. (Jay)

BERITA REKOMENDASI