Museum Harus Curi Perhatian Milenial, Begini Caranya.

SLEMAN, KRJOGJA.com – Prodi S2/S3 Kajian Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada mengadakan Seminar Series Kepariwisataan bertajuk, ‘Museum di Yogyakarta: Masalah Promosi dan Solusinya’, Selasa (15/12). Seminar menghadirkan Dr. Ayu Helena Cornellia, B.A, M.Si, alumni S3 Kajian Pariwisata UGM. Seminar mengundang pula Prof. Drs. John Soeprihanto, MIM, PhD sebagai pembahas dan dimoderatori oleh Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc

Komunikasi Pemasaran yang merupakan salah satu bidang ilmu dalam Pemasaran secara umum dapat menjadi salah satu strategi bagi Museum untuk menciptakan rasa senang bagi pengunjung. Harus ada To Do, To See, To Buy dan To Experience. Yang terakhir ini (To Experience) menjadi hal yang sangat berkesan bagi Millenials yang memiliki jumlah target pasar terbesar di Indonesia saat ini.

Menurut Dr. Ayu Helena Cornellia, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Alvara Research Center (alvara-strategic.com), dikemukakan bahwa pada tahun 2020 ini Millenials adalah “The Rising Market” dan jumlah Millenials saat ini mendominasi market. Hal ini akan terus berlanjut kemungkinan sampai sekitar tahun 2035. Berdasarkan hal tersebut tentunya Museum sebagai Destinasi Pariwisata harus berbenah untuk memenuhi hal hal yang disenangi oleh generasi Millenial begitu pula generasi setelahnya sebut saja generasi Z atau generasi Alpha. Dalam studi ini ditemukan Sembilan perilaku utama generasi milenial Indonesia yaitu kecanduan internet, loyalitas rendah, cashless, kerja cerdas dan cepat, multitasking, suka jalan jalan, cuek dengan politik, suka berbagi dan yang terakhir kepemilikan terhadap barang barang rendah.

BERITA REKOMENDASI