Musinem Tekuni Tenun Stagen Manual Lebih dari 20 tahun

Editor: KRjogja/Gus

MEMASUKI usia senjanya, Musinem terus bekerja keras pantang berpangku tangan. Berprofesi sebagai petani yang hanya bekerja setengah hari di rasa nenek 58 tahun ini masih kurang mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya sehingga ia memutuskan mencari pekerjaan yang bisa ia kerjakan dikala senggang.

Berbekal ketrampilannya menganyam rombong dan pembuatan kerajinan tangan, Musinem beralih menekuni tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) khusus kain stagen. Aktifitas ini telah dilakukannya sejak 20 tahun lalu dirumahnya dusun Plosorejo, Sentolo, Kulon Progo.

Di Rumah joglo sederhana yang masih beralasakan tanah, ruang kerja Musinem bersatu dengan dapur dan tempat untuk menonton televisi sambil menjaga sang cucu.

Sehari-hari nenek satu cucu ini bisa menghasilkan lebih kurang 10 meter dari target 300 meter. Tak mudah mengendalikan ATBM, sebab diperlukan kesabaran yang ekstra dalam pengerjaan kain stagen ini. Kain stagen yang ia kerjakan juga berdasarkan permintaan saja.

"Itu (pintalan benang berukuran jumbo untuk benang dasar stagen) udah dari juragan, saya tinggal nenunnya aja," ujar Musinem di temui di rumahnya.

Memulai proses penenunan, ia memasukkan benang satu demi satu kedalam sisir benang, keselarasan pergerakan kaki dan tangan sangat mempengaruhi hasil, apabila ada yang putus maka harus jeli dan segera di sambung kembali, memberikan lilin pada benang yang sudah tersusun rapi dan sedikit minyak tanah pada jarum tenun fungsinya memperlancar jalannya jarum saat melakukan proses penenunan dan membuat kain stagen tahan lama. Selain itu, Musinem mengaku sempat menggunakan minyak kelapa sebelum beralih ke minyak tanah namun kain stagen yang dihasilkan tak bisa bertahan lama ditumbuhi jamur berwarna putih.

Nenek asli Plosorejo ini mengungkapkan mendapatkan upah sebesar 6 ribu rupiah setiap 10 meter. Hasil dari kain stagen ini pun dipasarkan ke pasar-pasar tradisional Jogja dan sekitarnya hingga Bali.

Nur Andini Dwi L / KR Akademi

BERITA REKOMENDASI