Ngaku Curi Celdam Cewek Untuk Koleksi, Buruh Bangunan Dihajar

Editor: KRjogja/Gus

GAMPING (KRjogja.com) – Aksi pencurian pakaian dalam wanita kembali terjadi. Jika beberapa waktu lalu terjadi di Kasihan, Bantul, kini kasus serupa terjadi di Gamping, Sleman, Selasa (19/12) dinihari. Jika di Bantul motifnya untuk jimat penglaris, kali ini pelaku yang tertangkap di Sleman mengaku mencuri celana dalam untuk dikoleksi. Pelaku yang diamankan adalah seorang buruh bangunan, ADS (18) warga Sleman. Dia dihajar warga karena tertangkap basah hendak mencuri celana dalam di rumah Mohammad Dawam Maliki (23) warga Mejing Lor, Ambarketawang, Gamping, kemarin pagi pukul 02.00.

Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi kepada wartawan mengatakan, awalnya korban melihat orang mencurigakan hendak masuk ke rumahnya. Pelaku diketahui masuk pekarangan rumah dengan cara melompat pagar. Korban pun kemudian terus  mengamati gerak-gerik pelaku. Selanjutnya,
pelaku terlihat menuju ke jemuran pakaian yang ada di samping rumah. Di tempat itu, dia bermaksud menyambar sejumlah celana dalam wanita di tali jemuran. Namun naas bagi pelaku. Belum sempat mengambil jemuran pakaian dalam, korban keluar dan meneriakinya.

Teriakan korban sempat membangunkan warga sekitar. Dalam waktu singkat, pelaku pun dibekuk dan kemudian dijotos warga. “Saat hendak ditangkap, pelaku berniat melarikan diri. Akan tetapi,
korban dengan cepat menangkap pelaku dan sempat mendaratkan beberapa kali bogem mentah ke wajah pelaku,” ujar Herwinedi.

Dari hasil interogasi yang dilakukan, menurut Herwinedi, pelaku memang sengaja masuk pekarangan
rumah korban untuk mengambil jemuran pakaian dalam wanita. Namun belum berhasil mengambil, justru terlebih dahulu diketahui pemilik rumah. “Di tempat itu pelaku belum sempat mengambil pakaian dalam wanita, karena sudah ketahuan terlebih dulu,” jelasnya. Dari hasil penggeledahan, ujarnya, polisi menemukan barang bukti berupa 7 buah celana dalam wanita dan 7 buah bra. Menurut Herwinedi, barang-barang tersebut disimpan di jok motor Honda Vario dengan nomor polisi AB 2859 IZ milik pelaku.

“Barang bukti pakaian dalam wanita yang ada tersebut adalah milik orang lain yang sebelumnya dicuri di Krapyak, Margoagung dan Pete, Margodadi Seyegan,” katanya.

Herwinedi menegaskan jika pelaku melakukan pencurian tersebut tidak untuk dijual kembali, namun sebagai koleksi. “Pengakuannya hanya untuk koleksi. Jadi dikumpulkan di rumahnya sendiri. Pelaku juga sudah beristri dan punya anak,” katanya.

Ia menambahkan jika saat ini kepolisian masih mendalami kasus pencurian yang dilakukan tersangka, belum sampai menganalisa apakah pelaku memiliki kelainan jiwa atau tidak.

“Masih kita dalami aksi pelaku ini, termasuk kejiwaannya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus serupa juga terjadi pada bulan lalu di wilayah Tamantirto, Kasihan, Bantul. Saat itu, seorang penjual bakwan kawi kepergok warga mencuri celana dalam wanita di sebuah kos-kosan. Pelaku mengaku celana dalam itu hendak digunakan untuk jimat penglaris. (MERAPI)

BERITA REKOMENDASI