Nologaten Buka Galeri, Ada Produk Kelompok Wanita Tani Serta UMKM

Saat launching Galeri Jasmine Nologaten, turut hadir mantan Kepala Dinas Pariwisata Tazbir. Beliau berpesar agar produk makanan di Galeri Jasmine bisa dilengkapi dengan izin PIRT, menjaga kualitas kemasan dan kualitas dari makanan itu sendiri. “Dalam Pasar Tiban, ada juga yang menjual tanaman karena saat ini tanaman juga sedang diminati pasar. Ada juga produk dari olahan sampah berupa botol dan kertas kalender,” kata Wahyu.

Ketua KKN UMY Arbi Seta Bagaskara menjelaskan, kegiatan yang dilakukan bersama ibu-ibu KWT Jasmine ini sesuai dengan tema yang diberikan pihak kampus agar terlibat dalan pengembangan UMKM masa pandemi Covid-19. Pasalnya sektor UMKM sangat terpengaruh selama pandemi. Awalnya para mahasiswa mempunyai ide untuk mengadakan pameran. Tapi di masa pandemi, mengumpulkan orang banyak juga cukup menyulitkan.

“Kami ubah konsep pameran jadi mini galeri. Produk yang dijual dari ibu-ibu KWT dan untuk pemasaran kami melibatkan para pemuda setempat karena mereka pasti lebih melek media untuk mempromosikan produk ini ke media sosial,” imbuh mahasiswa Teknik Sipil ini.

Sebelum membuka Galeri Jasmine, tim KKN juga telah melakukan observasi dan ditemukan banyak pelaku UMKM di padukuhan Nologaten. Namun karena adanya pandemi, produksinya menurun. Tim KKN berharap, dengan adanya galeri dan promosi melalui media sosial, produktivitasnya bisa berkesinambungan.

“Produk dari ibu-ibu KWT cukup potensial. Sehingga kami sediakan wadah bagi ibu-ibu ini. Mereka juga sangat antusias,” beber Arbi Seta.(Aha)

BERITA REKOMENDASI