Nuning Suryatiningsih : Kami Penyandang Disabilitas Bukan cacat

SLEMAN, KRJOGJA.com – Orang non disabilitas menyatakan normal, apakah dengan begitu berarti orang-orang seperti kami dianggap tidak normal?  Hal itulah yang diungkapkan Nuning Suryatiningsih selaku perwakilan Center for Improving Qualifed Acativity in Live of People with Disabilites (CIQAL) saat mengawali kegiatan Workshop Media dan Difabel di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Sabtu (06/05/2017)

Nuning menegaskan, setiap orang yang hidup di dunia pada hakikatnya memiliki hak yang sama, baik yang disabilitas maupun non disabilitas.  Namun, selama ini ia merasa bahwa kaum disabilitas masih mengalami diskriminasi di lingkungan sosial. Terlebih dengan adanya anggapan masyarakat mengenai kaum disabilitas adalah orang yang tidak normal atau cacat.

"Banyak orang yang masih mengistilahkan cacat, bahkan ada juga yang mengatakan penderita cacat, kan itu kasihan sekali sudah penderita masih cacat lagi,” ujarnya. 

Menurut Nuning, cacat berarti tidak sempurna atau produk gagal yang berarti sudah tidak berharga lagi. Menyebut orang cacat juga berarti mengingkari firman Tuhan yang mengatakan bahwa manusia adalah mahkluk yang paling sempurna. Sedangkan disabilitas berarti orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda. 

Hal itu pun, kata Nuning membuktikan  istilah disabilitas dengan cacat sangat bertentangan. Kaum disabilitas akan selalu terdiskriminasi ketika masyarakat masih menggunakan kata  cacat. Karena itu, berharap agar tidak ada lagi yang mengatakan cacat atau orang tidak normal pada kaum disabilitas.

"Kami tidak minta diprioritaskan, tetapi kami punya hak yang sama. Kaum disabilitas akan selalu dipinggirkan kalau masyarakat masih menganggap kami sebagai orang yang cacat," pungkasnya.

BERITA REKOMENDASI