Obesitas Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Obesitas atau kegemukan pada anak dan remaja berhubungan dengan peningkatan 30-80 persen mortalitas (angka kematian) usia pertengahan, terutama disebabkan penyakit kardiovaskular seperti jantung atau stroke. Obesitas pada masa anak dan remaja juga meningkatkan risiko resistensi insulin, dislipidemia (kelainan metabolisme lemak) dan peningkatan tekanan darah.

Demikian dikatakan dokter spesialis anak RSUD Prambanan, dr Ahmad Lubaid MSc SpA dalam Temu Ilmiah dan Bimtek Penanganan Kegemukan pada Balita dengan Program 'Top Big Bos' di Gedung Anglocita, Kantor Kecamatan Depok Sleman, Sabtu (24/03/2018). Menurut Lubaid, obesitas disebabkan ketidakseimbangan energi, yakni kalori yang masuk lebih besar dari kalori yang dikeluarkan singga berat badan tidak proporsional dengan tinggi badan dan jaringan lemak di tubuh menjadi berlebihan.

Prinsip tata laksana obesitas pada anak yaitu disesuaikan dengan perkembangan anak, penurunan berat badan mencapai 20% diatas berat badan ideal, pola makan dan aktivitas fisik yang sehat serta tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. "Orangtua dan anggota keluarga dan guru harus dilibatkan dalam tata laksana obesitas," katanya.

Ahli Gizi FKKMK UGM Dr Mirza Hapsari STP SGz MPH mengatakan, rekomendasi aktivitas fisik untuk anak dan remaja obesitas adalah jenis aktivitas fisik yang santai dan berefek pada perkembangan mental anak. Seperti berjalan, permainan, menari serta aktivitas yang melibatkan kekuatan tulang dan otot. "Aktivitas fisik dlaam bentuk permainan lebih sesuai untuk anak-anak," katanya.

Nutrisionis Puskesmas Depok III Indah Falsafi STr Gz, prevalensi balita gemuk di Kabupaten Sleman tahun 2016 diatas 5 persen. Hal itu menjadi perhatian serius Kecamatan Depok, sehingga berupaya diturunkan menjadi di bawah 5 persen. Menurut Indah, Puskesmas Depok III menggulirkan program inovasi gizi 'Top Big Bos' yakni temukan, observasi, peduli, bimbing balita obesitas. "Tujuannya mengubah persepsi masyarakat tentang obesitas pada balita, memperbaiki pola makan dan menurunkan angka obesitas," kata Indah.

Menurut Indah, masih banyak ibu-ibu yang memiliki persepsi salah tentang obesitas pada anak. Survei menunjukkan 26,31% tidak khawatir anaknya mengalami kegemukan dan 44,4% ibu menganggap anak gemuk itu lucu menggemaskan dan tidak bermasalah. Akibatnya banyak ibu yang menyiapkan makanan yang disukai anak dan memberikan susu formula berlebihan agar anaknya gemuk.

"Lewat Program Top Big Bos ini Puskesmas Depok III berupaya menemukan balita obesitas, memberikan konseling bagi orangtua anak, memperbaiki pola makannya agar tidak obesitas," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI