Ogoh-ogoh Identik Raksasa Seram, Ini Makna Filosofisnya

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ogoh-ogoh menyerupai raksasa dengan wujud menyeramkan tidak bisa dilepaskan dari upacara Tawur Agung sebagai tahapan menjelang hari raya Nyepi umat Hindu. Puluhan Ogoh-ogoh menjadi pemandangan menarik kegiatan yang dipusatkan di Candi Prambanan, Rabu (6/3).

Ogoh-ogoh dirancang menyerupai aneka bhuta kala atau raksasa menyeramkan, garang dan jelek. Ogoh-ogoh yang seram mengingatkan dan mengajarkan bahwa dalam diri manusia bersemayam sifat keraksasaan berdampingan dengan sifat kedewasaan.  Kedua sifat tersebut memberi pengaruh besar dalam kehidupan dalam hal ucapan, pikiran dan tindakan. 

Dosen Komunikasi UGM, Gusti Ngurah Putra mengungkapkan, berbagai rupa yang mengerikan dari Ogoh-ogoh adalah gambaran musuh manusia yang ada pada diri sendiri. Hanya saja menurutnya, manusia harus dapat mengendalikan sifat-sifat tersebut.

"Hindu mengajarkan spiritual berproses, bukan spiritual instan dimana manusia tumbuh menjadi manusia sempurna dan berbudi halus," katanya.

Kehadiran ogoh-ogoh membawa pesan umat hindu dituntut untuk saling bercermin dalam diri. Ogoh-ogoh berhakikat menuntun manusia dari sifat keraksasaan menuju sifat kedewasaan yang damai.

" Setelah melakukan pangrupukan malam nanti, setelah arak-arakan keliling kampung semua ogoh-ogoh ini akan dibakar bersama untuk menghilangkan sifat jelek yang ada pada manusia," katanya.

Upacara Tawur Agung Kesanga berlangsung sangat sakral di Candi Prambanan, kiranya ribuan umat hindu yang berasal dari Yogyakara dan Jawa Tengah ikut memadati area ritual upacara tahun saka 1941. (Ive)

 

BERITA REKOMENDASI