Ojek Online Dilarang Mangkal Area Kampus, Begini Penjelasan UGM

SLEMAN, KRJOGJA.com – Beberapa hari terakhir muncul spanduk larangan mangkal bagi ojek online di berbagai lokasi kampus UGM. Spanduk tersebut membuat para pengemudi dan bahkan warga kampus UGM bertanya-tanya penyebab hingga akhirnya pihak kampus memberlakukan peraturan ini.

kepala Pusat Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (PK4L) UGM, Dr Noorhadi Rahardjo kepada wartawan Selasa (5/9/2017) mengungkap alasan pihaknya akhirnya memberlakukan peraturan larangan mangkal bagi ojek online setelah menimbang dengan matang. Menurut dia, para pengemudi sering berhenti dan memenuhi sisi-sisi jalan hingga menghambat lalu lintas pengguna jalan lainnya.

"Kebijakan ini diterapkan setelah melihat kondisi di lapangan, ojek online banyak yang parkir sehingga jalan untuk lalu lintas kendaraan menjadi lebih sempit. Kami juga melihat tindakan dari beberapa sopir ojek yang tidak mematuhi rambu-rambu yang ada, misalnya berkendara melawan arah demi memangkas waktu berkendara tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan bagi pengguna jalan lainnya," ungkap Noorhadi.

Meski resmi mengeluarkan larangan namun UGM menyatakan, aturan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi penggunaan ojek online di lingkungan UGM atau mempersulit para pengguna jasa ojek. "Bukan berarti tidak boleh masuk karena kami melihat keberadaan mereka (ojek online) cukup bermanfaat, kalau untuk mengantar dan menjemput penumpang ya silahkan saja, tapi berhenti seperlunya. Kalau sampai ada puluhan yang parkir di sepanjang jalan kan jadi mengganggu yang lain," sambungnya.
 
Sebelum mengeluarkan larangan resmi ini pihak UGM telah menempuh berbagai langkah persuasif, seperti langsung di lapangan hingga menghubungi pengelola resmi ojek online. "Pihak pengelola ojek online mengatakan kepada kami, memang tidak boleh mangkal seperti itu dan pengelola menyatakan akan coba diingatkan. Namun ternyata pengelola mengakui kesulitan, akhirnya kami mengambil insiatif ini sebagai cara untuk mengingatkan," pungkasnya.

UGM berharap setelah terbit peraturan, para pengemudi ojek online bisa memahami dan menaati tata tertib di kawasan kampus tersebut. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI