OJK Berharap Mobilitas Percepat Pemulihan Ekonomi

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJogja.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemulihan ekonomi global terus berlanjut seiring pulihnya aktivitas perekonomian negara ekonomi utama dunia. Indikator perekonomian domestik seperti sektor rumah tangga dan korporasi mengindikasikan perbaikan di sektor ekonomi. Mobilitas penduduk di kuartal ke-2 meningkat signifikan yang diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi. Pihaknya secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap keberhasilan proses restrukturisasi yang dilakukan lembaga jasa keuangan termasuk memperhitungkan kecukupan langkah mitigasi dalam menjaga kestabilan sistem keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan OJK terus menjaga sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional dengan senantiasa bersinergi bersama para pemangku kepentingan, stakeholder, ekonom maupun akademisi dalam mengeluarkan berbagai kebijakan. OJK juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan menerbitkan kebijakan yang membantu mempercepat pemulihan ekonomi serta mendorong potensi ekonomi alternatif baru sesuai dengan keunggulan masing-masing daerah maupun memperluas akses pembiayaan kepada UMKM melalui peningkatan ekosistem digitalisasinya.

” Kita memberikan update kondisi perkembangan perekonomian terakhir dalam masa recovery setelah terjadi pandemi Covid-19 kepada Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, ekonom dan akademisi di DIY. Berbagai kebijakan yang kita ambil dan asesmen efektivitas kebijakan yang diambil sehingga OJK akan terus dapat memonitor perekonomian kita cepat tumbuh sesuai dengan harapan”  tuturnya usai bertemu dengan para ekonom dan akademisi DIY antara lain Prof Wihana Kirana Jaya M Soc Sc PhD, Prof Dr Mardiasmo MBA Akt, Prof Gunawan Sumodiningrat MEc PhD, Eko Suwardi MSc PhD, Prof Jaka Sriyana SE MSi PhD, Dr Bagus Santoso MSoc Sc, Prof Dr Eduardus Tandelilin MBA, Rimawan Pradiptyo SE MSc PhD, Dr Bogat Agus Riyono MSc CA Ak, Dr Rudy Badrudin MSi, Dr Y Sri Susilo MSi dan Dr Irwan Trinugroho SE MSc di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu (5/6/2021) malam.

Wimboh menyatakan kondisi perekonomian global dan domestik menunjukkan tren pemulihan seiring dengan keyakinan keberhasilan program vaksinasi sebagai game changer di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini masih menjadi tantangan bersama. Kabar baik ini tercermin dari kenaikan Purchasing Manufacturing Index (PMI) global ke zona ekspansi serta harga komoditas yang mulai kembali menguat lebih cepat. WTO juga revisi proyeksi pertumbuhan perdagangan global 2021 menjadi 8 persen setelah mencatat penurunan 5,3 persen tahun lalu. OJK berupaya agar prediksi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen pada 2021 bisa tercapai, bahkan mampu  memasuki target sebesar 7 persen pada kuartal II 2021.

” Sektor-sektor pendukung pertumbuhan itu pun telah kita sampaikan, diantaranya kita perlu adanya pendukung terutama konsumsi terutama konsumsi masyarakat baik makanan maupun minuman. Selain itu tidak kalah penting ditingkatkan seperti transportasi, hotel, restoran hingga pengeluaran pemerintah guna mempercepat adanya multiplier terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah,” paparnya.

BERITA REKOMENDASI