OJK Berharap Mobilitas Percepat Pemulihan Ekonomi

Editor: Ary B Prass

OJK sekaligus menyampaikan beberapa kendala yang menjadi perhatian baik secara nasional maupun sektoral. Salah satunya masih terbatasnya mobilitas atau pergerakan manusia di tengah adanya pembatasan  ataupun pengetatan yang dilakukan pemerintah. Adanya mobilitas maka otomatis akan menggerakan transportasi, meningkatkan kebutuhan makanan dan minuman serta lain-lain. Mobilitas ini bisa dilakukan tergantung konteksnya masing-masing daerah, semisal apabila daerah tersebut masih dikatakan zona merah akan berbeda dengan daerah yang kategorinya hijau.

“Saya katakan kunci utama adalah mobilitas, vaksin Covid-19 menjadi ‘game changer’ dan pelaksanaan protokol kesehatan menjadi sangat penting. Sehingga mobilitas yang dilakukan akan tetap aman dengan tetap mempercepat vaksinasi Covid-19. Jadi mobilitasnya itu tidak langsung serentak tetapi sesuai kondisi daerah hingga tingkat mikronya, tetapi protokol kesehatan harus diikuti dengan baik,” tandas Wimboh.

Menurutnya dengan mobilitas tersebut maka akan ada multiplier untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, itu baru salah satu contoh. Belum lagi, jika mobilitas dibuka maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih tinggi lagi. Terlebih pertumbuhan ekonomi DIY sangat luar bisa mencapai 6,14 persen pada triwulan I 2021 lalu, pertumbuhan ini adalah yang terbesar di daerah setelah Papua, tetapi Papua kontribusinya masih kecil terhadap PDB nasional dibanding DIY.

“Keadaan ekonomi DIY yang mulai bergerak pulih dan mencari solusi konstruktif bersama untuk menemukan dan meningkatkan potensi ekonomi baru di DIY yang mampu menjadi stimulus percepatan pemulihan ekonomi nasional. Kami yakin pertumbuhan ekonomi DIY akan menjadi lebih baik lagi pada kuartal II 2021,” imbuh Wimboh.

BERITA REKOMENDASI