OJK DIY Tingkatkan Literasi Keuangan Prioritaskan Empat Sasaran

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY meminta dukungan semua pihak baik pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha dan masyarakat atau komunitas (pentahelix) dalam meningkatkan indeks literasi keuangan kedepannya. Upaya peningkatan literasi keuangan ini sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui produk dan layanan industri jasa keuangan sehingga terhindar dari investasi bodong, pinjaman online (pinjol) ilegal, rentenir atau bank plecit dan sebagainya.

Kepala OJK DIY Parjiman mengatakan indeks literasi DIY tercatat sebesar 58,53% yang lebih tinggi dari Nasional sebesar 38,03%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 76,12% lebih rendah sedikit dari Nasional sebesar 76,19%. Data tersebut berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2019 yang dilakukan OJK.

“Artinya sudah banyak masyarakat DIY yang mengakses produk jasa keuangan tetapi pemahamannya masih kurang. Sehingga literasi keuangan digital di DIY masih harus digenjot atau ditingkatkan lagi baik melalui sosialisasi hingga edukasi yang mampu menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali,” tutur Parjiman dalam Media Gathering OJK bersama awak media di wilayah DIY, Rabu (25/05/2022).

Parjiman menyatakan capaian inklusi keuangan secara Nasional pun masih jauh dari yang diharapkan, maka ditargetkan bisa mencapai minima 90 persen pada 2024. Untuk peningkatan iterasi sendiri, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY akan fokus melakukan literasi dengan sasaran utama yakni perempuan, UMKM, masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) serta masyarakat difabel.

“Empat sasaran ini yang akan menjadi prioritas utama iterasi keuangan pemerintah secara Nasional. Upaya ini guna menangkal adanya korban investasi bodong hingga pinku ilegal yang masih berjatuhan, kami berusaha melakukan iterasi keuangan bekerjasama dengan TPAKD DIY yang fokus utamanya menyasar ke empat sasaran prioritas nasiona,” terangnya.

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan Etty Kumolowati menambahkan upaya peningkatan literasi keuangan di DIY memang masih menjadi PR hingga saat ini. Untuk itu, Pemda DIY yang tergabung dalam TPAKD DIY senantiasa melakukan sosialisasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat seiring dengan adanya kemudahan akses keuangan digita saat ini.

“Literasi keuangan memang perlu adanya kerjasama pentahelix supaya bisa mencapai target yang diharapkan. Jika tidak ada sinergi multipihak, rasanya suit peningkatan literasi keuangan” imbuh Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Y Sri Susilo. (Ira)

OJK

BERITA REKOMENDASI