OKP Tolak Hasil Musda KNPI

SLEMAN (KRjogja.com) – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sleman bermasalah. Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) menyatakan penolakan dan tidak mengakui hasil Musda yang berlangsung 31 Juli di Aula Bappeda Sleman tersebut.

Sikap sejumlah OKP ini dilatarbelakangi oleh penilaian bahwa pelaksaan Musda cacat hukum dan cacat prosedur. Sejak awal pelaksanaan Musda, sudah beberapa kali diwarnai ketegangan dan peredebatan sengit antar organisasi kepemudaan. Bahkan pada suatu sessi, OKP Kekaryaan yang terdiri dari Baladika Karya, Fokus Maker, Wirakarya, AMPG, AMPI dan AMMDI yang diwakili oleh ketua dan sekretaris organisasi, akhirnya walkout dari jalannya sidang.

Sikap OKP Kekaryaan ini, didahului oleh Ihwan Setiawan SH dari wakil Fokus Maker yang kebetulan juga merupakan salah satu kandidat ketua KNPI Sleman.

"Kita walkout karena jalannya Musda sejak awal sudah diwarnai kecurangan. Misalnya mengenai persyaratan untuk bisa dicalonkan sebagai ketua harus mendapat rekomendasi dari 3 pengurus kecamatan (PK), KNPI Sleman, dan 6 OKP yang memiliki jalur nasional. Kami menilai syarat ini sangat tidak adil, karena akses ke pengurus kecamatan ditutup tutupi, dan hanya satu calon saja yang punya akses," kata Ihwan.

Menurut Ihwan dalam verifikasi syarat pencalonan ketua, kecurangan tetap terjadi. Muncul 3 kandidat calon ketua yaitu, Ihwan Setiawan, SH ( Fokus Maker), Anton Nugroho, SE (PDPM) dan Sukron Arief Muttaqin ( Incumbent). Setelah diverifikasi dinyatakan ada 2 yang sudah lengkap secara administratif, yaitu Ihwan Setiawan, SH dan Sukron Arief Muttaqin. Sedangkan satu calon lagi yakni Ihwan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Padahal, kami menemukan bukti, bahwa calon lain yakni Sukron Arief Muttaqin telah melanggar salah satu pasar dalam persyaratan yaitu terlambat mengembalikan formulir pendaftaran. Berdasarkan ketentuan, pengembalian formulir harusnya paling lambat 30 Juli 2016 pukul 21.00 Wib di sekretariat panitia. Kalau merujuk aturan ini, mestinya dia tidak lolos. Tapi dalam sidang, ketentuan ini kemudian diperlonggar bahwa pendaftaran diperbolehkan dengan SMS atau yang lain. Ini bagi kami tidak bisa dibenarkan. Pendaftaran kan dengan mengembalikan formulir, mosok dengan SMS,” kata Ihwan. (*)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI