Orangtua, Jangan Sembarangan Beri Antibiotik ke Anak

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Anda para orangtua sedang menghadapi anak yang sakit, sebaiknya berhati-hati saat akan memberikan obat khususnya antibiotik. Pasalnya, apabila tak hati-hati bisa jadi bakteri yang ada di tubuh anak akan kebal atau resisten terhadap obat antibiotik. 

Dr Widyastuti Wibisana MPH konsultan kesehatan yang juga perwakilan WHO Indonesia mengungkap masyarakat harus memperhatikan betul penggunaan obat antibiotik. Menurut dia, bahaya besar sedang mengancam keberlanjutan manusia apabila bakteri jahat resisten terhadap antibiotik yang saat ini terus mengalami mutasi. 

"2050 ketika penggunaan antibiotik tak bertanggungjawab maka angka kematian akan lebih tinggi daripada penyakit seperti kanker dan diabetes, kita belum tahu apakah saat itu sudah ada antibiotik generasi baru yang bisa mengatasi permasalahan ini. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah menggunakan obat antibiotik secara bertanggungjawab," ungkapnya ketika ditemui di UC UGM, Rabu (10/5/2017). 

Penggunaan obat antibiotik yang bertanggungjawab menurut Widyastuti yakni harus dengan resep dokter disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Di sisi lain, menurut dia, para orangtua harus cermat menanyakan obat-obatan yang diberkan oleh dokter yang melakukan perawatan terhadap anak. 

"Jangan saat anak sakit malah minta antibiotik dengan alasan untuk jaga-jaga atau sejenisnya, itu pemahaman salah. Antibiotik itu dosis paling tidak 3-5 hari hingga bakteri benar-benar mati, jangan stop semaunya sendiri, orangtua atau masyarakat pada umumnya harus lebih cermat dan bertanggungjawab," lanjutnya lagi.

Tahun 2017 ini sudah ada banyak kasus pasien penyakit yang mengalami resistensi terhadap antibiotik. Hal tersebut terjadi akibat kurang bertanggungjawabnya pasien dalam mengkonsumsi obat antibiotik. 

"Sudah banyak kasusnya seperti TBC yang harus menjalani pengobatan 6 bulan tanpa ada yang terlewat setiap hari, banyak yang akhirnya kebal dan tak bisa sembuh. Ini berbahaya dan bisa menjadi sumber penyakit bagi orang di sekitarnya karena bakterinya resisten," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI