Orangtua Siswa Gugat Yayasan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Erika Handriati (48) warga Purwomartani Kalasan Sleman menggugat Yayasan Pendidikan Internasional Yogyakarta (YPIY). Gugatan perdata ini dilakukan karena pihak yayasan telah mengeluarkan anaknya dengan alasan yang menurutnya tidak masuk akal.

Erika merupakan ibu dari AE, pelajar yang menuntut ilmu di Yogyakarta Independent School (YIS) sejak tahun 2013. Lima tahun belajar di YIS, AE akhirnya dikeluarkan sekolah pada kelas IX. Anaknya dikeluarkan dengan alasan tidak mengisi formulir secara lengkap, dan orang tua siswa bersangkutan membuat laporan ke Polisi.

“Pada surat pemberitahuan penolakan pendaftaran ulang yang dikirimkan oleh yayasan hanya menyatakan dua hal. Pertama karena pihak orangtua tidak mengisi formulir pendaftaran ulang dengan lengkap, kedua karena orangtua telah mempolisikan pembina yayasan ke Polda DIY,” ungkap Erika di Sleman, Rabu (21/08/2019).

Akibat dikeluarkan dari sekolah tersebut, menurut Erika anaknya itu terguncang psikisnya lantaran sempat ada pengusiran dan pengancaman. Selain itu pihak sekolah tak memberikan kelengkapan akademis seperti nilai raport, data pokok siswa untuk ujian nasional hingga barang-barang pribadi milik anaknya.

“Pengeluaran siswa juga dilakukan ditengah-tengah tahun ajaran. Hal ini juga mengakibatkan kesulitan untuk menemukan sekolah yang bersedia menerima anak saya tersebut,” jelasnya.

Pada gugatannya, Erika menganggap perbuatan yang dilakukan oleh pihak yayasan telah melanggar berbagai macam undang-undang dan peraturan. Mulai dari melanggar UUD 1945 Pasal 31 ayat (1), UU Sisdiknas Pasal 4, PP no 17 tahun 2010 Pasal 209, Permendikbud no 31 tahun 2014 Pasal 8 ayat (2), hingga pelanggaran atas UU Yayasan.

Tuntutan dari gugatan yang dilakukan yakni meminta pihak yayasan menerbitkan surat permintaan maaf selama 7 hari berturut-turut yang dikirimkan ke seluruh pihak orangtua wali siswa sekolah YIS dan seluruh staf guru dan staf administrasi. Selain itu ia meminta yayasan untuk membayar kerugian materil dan immaterial yang jumlah sekitar Rp 5 miliar.

Sementara itu dihubungi terpisah, kuasa hukum pihak yayasan Bob Horo SH mengaku siap menghadapi laporan tersebut. “Pelaporan oleh yang bersangkutan tidak hanya dilakukan satu kali ini saja. Persoalan ini disebutnya sudah lama ada beberapa perkara baik secara pidana maupun perdata,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI