P2A Virtual Journey, Cara Kreatif Atasi Covid-19

Saya percaya, lanjutnya, mahasiswa peserta program adalah pemimpin masa depan. “Saya berharap perjalanan virtual ini akan memberi Anda kesempatan untuk mengembangkan kesadaran dan pemahaman multikultural Anda, keterampilan yang diperlukan untuk dunia kita yang tanpa batas dan beragam,” tambahnya. Meskipun kita menyaksikan munculnya dunia tanpa batas tetapi menurut Fathul tidak dapat mengabaikan fakta bahwa keragaman adalah fakta sosial dan harus diatur dengan baik.

P2A diikuti 56 peserta dari pelbagai universitas di Indonesia juga dari Filipina dan Malaysia. Selain UII, Telkom Universitya dan Mapua University Filipina juga terdapat utusan dari UPNV Yogya, UM Hamka, Ubinus, Universitas Muria Kudus. Kemudian UNU Sidoarjo, Universitas Bahaudin Mudhary, Unsyiah Kuala, UAJY, Universitas Sains Malaysia dan UM Buthon.

Program ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa ASEAN, memperdalam keterampilan lintasbudaya dan pola pikir mahasiswa. Serta membangun hubungan mahasiswa dan memperkuat kesadaran mahasiswa global.

Lewat kegiatan ini, penyelenggara berharap adanya luaran yang terukur dan berkelanjutan. Seperti prototipe produk, artikel ilmiah, video aktivitas dan poster infografis yang bermanfaatbagi peningkatan kegiatan akademik maupun non-akademik. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI