Pager Merapi Ramaikan Pawai Menunggang Sapi

PAWAI menunggang sapi dengan penunggang mulai dari anak-anak sampai dewasa dilaksanakan di kawasan Ngemplak Sleman, akhir pekan lalu. Rute pawai sekitar empat kilometer dan beberapa titik digunakan untuk istirahat sejenak. Tak jarang pula, sejumlah kelompok pemilik sapi PO menunggu di titik tertentu lalu bergabung ikut pawai.

Seperti halnya kelompok pemilik sapi jenis lokal atau peranakan ongole (PO) bernama Pager Merapi biasa berkumpul dahulu di Bengkel Sapi Kalijeruk Ngemplak Sleman. Anggota Pager Merapi banyak berasal dari Cangkringan dan Klaten.

“Dengan berkumpul di Bengkel Sapi Kalijeruk sini, sebelum ikut pawai kami juga dapat melihat sapi-sapi yang sedang digemukkan maupun diterapi kesehatannya. Ketika rombongan pawai lewat sini atau mendekat ke arah sini, kami segera bergabung. Dari kelompok Pager Merapi sendiri biasa membawa 10 sampai 20 sapi jenis PO,” jelas Ketua Pager Merapi, Sudarmadi di sela-sela acara.

Darmadi menambahkan, penunggang sapi dari pihaknya mulai dari anak-anak sampai dewasa. Jika sudah piawai menunggang sapi, tak jarang juga sapi diarahkan untuk bisa berlari layaknya balap sapi di Madura. Sehingga dapat menambah keseruan tersendiri. Namun lebih banyak diarahkan untuk berjalan santai sembari menikmati suasana alam yang sejuk dan nyaman. Tak kalah penting juga dapat saling silaturahmi dengan para pemilik sapi yang sudah tergabung dalam suatu kelompok, komunitas atau paguyuban asal DIY dan sekitarnya.

BERITA REKOMENDASI