Pakan Fermentasi Bikin Kotoran Domba Tak Bau

ANAK kandang suatu peternakan domba, Purwandi, tampak sedang sibuk menggiling jerami kering. Setelah sebagian jerami digiling, menyiapkan bahan lain-lain seperti bekatul, tetes tebu, ampas tahu dan cairan bakteri pengurai. Bahan-bahan ini akan digunakan untuk membuat pakan fermentasi dan menjadi makanan untuk domba.

"Pakan fermentasi selain berbahan baku jerami kering, bisa juga bahan lain seperti cacahan batang pohon pisang maupun batang tanaman jagung," paparnya, baru-baru ini.

Ditemui di lokasi peternakan domba kawasan Mlati Sleman, membuat racikan pakan tersebut sesuai resep yang diberikan pemilik peternakan, Wahyu Satriya S. Tempat untuk fermentasi cukup menggunakan drum-drum plastik. Lama fermentasi pakan berbahan jerami rata-rata satu minggu, sedangkan cacahan batang pohon pisang serta jagung cukup kisaran 24 jam. Setelah difermentasi dapat dijadikan pakan rutin, baik pagi maupun sore hari.

Menurut Wahyu, keunggulan dari pakan fermentasi antara lain domba tak perlu digembala, semua kebutuhan nutrisi sudah bisa tercukupi. Bahkan ia maupun anak kandang tak perlu mencari rumput atau ‘ngarit.’ Sejumlah pengepul jerami dan batang tanaman jagung ada yang sudah rutin menyetori ke tempatnya. Suatu hal menggembirakan, domba-domba yang digemukan tersebut bisa sehat-sehat dan pertumbuhan berat badan bagus.

“Bahkan dengan pakan fermentasi, kotoran domba juga tak menimbulkan bau. Meski berada di dalam dusun, tetangga sekitar sini tak ada yang protes,” tegasnya.

Selain itu, Dia menggunakan kandang model panggung, sehingga lebih memudahkan saat membersihkan kotoran.  Kotoran yang terkumpul lalu disimpan dalam karung-karung. Bahkan lantai di bawah kandang dirancang khusus, menjadikan urin mengalir ke wadah khusus.  Baik kotoran maupun urin domba sudah diambil rekannya untuk diproses menjadi pupuk organik. Pemrosesan pupuk dibawa ke kawasan Cangkringan Sleman. (Yan)

BERITA REKOMENDASI