PAN Sleman Tegaskan Belum Ada Rekomendasi untuk Mumtaz Rais

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Sleman menyatakan masih terus melakukan proses penjaringan bakal calon bupati-wakil bupati Sleman di Pilkada 2020. Penegasan tersebut disampaikan menyikapi polemik turunnya surat rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pada Mumtaz Rais yang ramai diberitakan beberapa hari terakhir.

Ketua DPD PAN Sleman, Sadar Narimo menyebut saat ini proses penjaringan bakal calon internal masih berlangsung di mana ada enam nama yang muncul. Menurut dia, sesuai AD/ART PAN dan keputusan rapat kerja nasional, sampai saat ini pintu masuk calon untuk pilkada hanya melalui satu pintu yakni penjaringan DPD saja.

Baca juga :

Keberadaan Desa Tangguh Bencana Dioptimalkan
Ketersediaan Kebutuhan Pokok Jelang Nataru Tercukupi

“Kami tetap berpegang teguh pada aturan tersebut, pintu masuknya ya dari penjaringan DPD dan saat ini masih berlangsung. Minggu ini kami melakukan turun ke bawah untuk mendengar aspirasi hingga ke tingkat kelurahan, apakah ada nama lagi masuk ya itu mungkin sekali bertambah, termasuk kami sampaikan juga enam nama yang sudah ada, bagaimana aspirasi di bawah,” ungkap Sadar ditemui di kantor DPD PAN Sleman, Jumat (13/12/2019).

Enam nama dari internal PAN Sleman sendiri meliputi Mumtaz Rais, Sadar Narimo, Raudi Akmal, Abdul Kadir, R Kinoki Azmi Purnomo dan Arif Kurniawan. Nama Mumtaz sejak awal menurut Sadar memang masuk dalam enam nama penjaringan internal tersebut.

“Tapi kalau terkait rekomendasi DPP itu, kami belum mendapat suratnya sampai hari ini jadi belum bisa berkomentar banyak. Yang jelas, tahapan sesuai AD/ART partai itu dari bawah, dari DPD lalu nanti kami sampaikan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DIY baru diteruskan ke DPP. Setahu kami seperti itu, ya tidak tahu juga (surat rekomendasi DPP) karena kami belum menerima sampai sekarang ini,” sambung Sadar.

Jika benar ada surat rekomendasi pada Mumtaz Rais tersebut, DPD PAN Sleman bakal melakukan langkah yakni berdialog dengan DPW dan DPP. Pasalnya, saat ini pedoman yang dipegang DPD PAN Sleman masih berdasar aturan partai bawasanya penjaringan dimulai terlebih dahulu dari tingkat kabupaten/kota.

“Kalau (surat) sampai DPD, kami akan lakukan konfirmasi ke DPP dan melakukan dialog, kami yakin PAN demokratis kok, karena ada aturan dan tahapan yang harus dijalani dalam penjaringan. Tapi dari pengalaman, rekomendasi itu bisa lebih dari satu kok, seperti di daerah lain kemarin bisa dua atau tiga nama. Kami masih akan melihat dulu, yang jelas penjaringan di bawah masih berlangsung,” tandas pria yang juga anggota DPRD DIY ini.

Sekarmaji, Ketua Tim Pilkada Internal PAN Sleman menambahkan di tahun 2020 nanti partainya dipastikan tak bisa mengusung calon secara mandiri melihat perolehan kursi DPRD Kabupaten Sleman. Hal tersebut secara tak langsung menandai adanya proses panjang bakal calon internal untuk bisa melaju sebagai Sleman 1 atau Sleman 2 di pilkada mendatang.

“Kami kan tidak bisa maju sendiri, harus koalisi jadi ya nama-nama yang ada ini belum tentu nanti disetujui partai koalisi. Saat ini fokusnya masih menguatkan mesin partai lalu kemudian mensolidkan koalisi. Jadi masih sangat jauh lah tahapannya, tapi jujur kami di kabupaten berharap rekomendasi muncul tidak hanya satu karena bisa jadi opsi ketika ada dinamika dalam koalisi nanti,” ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI